• iklan 3


  • Kejagung Diminta Tuntaskan Kasus Pajak Mobile 8

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KAMPI) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan dugaan kasus korupsi penerimaan kelebihan bayar pajak PT Mobile 8 Telecom (PT Smartfren) Anggaran 2007-2009.
    “Kejagung harus tegas dan serius menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemberantasan korupsi,” kata Koordinator Umum KAMPI Ginanda Siregar saat berorasi di depan Kejagung, Jakarta, Jumat.
    Ginanda menuturkan Kejagung telah menyelidiki dugaan kasus korupsi PT Mobile 8 sejak awal 2015.
    Bahkan Kejagung telah meningkatkan proses hukum ke tahap penyidikan namun belum menetapkan tersangka.
    Ginanda juga mendesak Kejagung mengusut pesan singkat berisi ancaman dan intimidasi terkait penanganan kasus pajak itu.
    Massa KAMPI juga menuntut penyidik Kejagung transparan menangani kasus korupsi bernilai sekitar Rp80 miliar tersebut.
    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto menyebutkan kasus korupsi PT Mobile 8 bermoduskan transaksi pengadaan telepon secara fiktif.
    Amir mngungkapkan PT Mobil 8 Telecom bekerja sama dengan PT DNK bertransaksi pengadaan telepon selular dan pulsa senilai Rp80 miliar.
    Selanjutnya, Amir menambahkan PT DNK menerima faktur pajak dari PT Mobile 8 dengan total Rp114 miliar pada pertengahan 2008.
    Padahal PT DNK tidak pernah bertransaksi dan menerima proyek pengadaan barang dengan defisit sekitar Rp10 miliar.(anjas)

  • iklan 3




  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com