• Waspada Cuaca Ektrim Hingga Desember

    0

    20120610bmkgPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Warga Kota Palembang perlu mewaspadai karena cuaca ektrim masih mengintai hingga Desember mendatang terutama sejak masuknya musim hujan sejak September lalu . Hal tersebut berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kenten Palembang, Rabu (12/10).

    Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Kenten Palembang, Indra Purna mengatakan, Sumsel yang memasuki musim penghujan sejak September ini dengan dipengaruhi Dipole Mode Negative inilah yang menyebabkan terjadinya cuaca ektrim. Cuaca ekstrim yang berpotensi masih akan terjadi di Sumsel dengan adanya fenomena Dipole Mode Negative yang terjadi di wilayah pantai Barat Sumatera.

    “Cuaca di atas batas normal ini disebabkan kombinasi masuknya musim hujan dan meningkatnya suhu muka laut di Pantai Barat Sumatera, sehingga menyebabkan banyaknya uap air, dan saat arah angin condong ke wilayah kita ini menyebabkan cuaca ektrim seperti hujan sangat deras pun terjadi, hal ini perlu diwaspadai hingga akhir tahun mendatang,”jelasnya

    Ia mengatakan, meski akan terjadi di waktu tertentu saja, namun di musim penghujan seperti saat ini masyarakat masih perlu waspada adanya banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Pasalnya, curah hujan sejak Oktober hingga November mendatang rata-rata per bulannya masih sangat tinggi sekitar 300-400 mili meter (mm).

    Curah hujan yang ini menyebabkan banjir terutama di wilayah dengan dataran rendah. Seperti geografis Kota Palembang merupakan wilayah di dataran rendah dan memiliki banyak rawa. “Dan waspada longsor terutama di wilayah Sumsel bagian barat, seperti diantaranya Lahat, Pagar Alam, Musi Rawas, juga Lubuk Linggau,” jelasnya.

    Dikatakannya, tahun ini musim hujan akan terjadi lebih panjang hingga Mei tahun depan, sedangkan kemarau tahun ini lebih pendek. Hal ini karena anomali suhu laut yang terus meningkat di kawasan laut Sumatera yang berpotensi membawa uap air hingga terbentuk hujan menjadi penyebab musim hujan di tahun ini lebih panjang.

    “Dibandingkan tahun lalu tahun lalu kemarau lebih panjang hingga beberapa bulan. Karena kemarau dimulai sejak Mei – Oktober. Bahkan kemarau tahun lalu cukup ekstrim dan curah hujan pada Oktober mencapai 0 mm. Sementara tahun ini pad bulan yang sama curah hujan sudah di atas 200 mm,jelasnya.

    Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo, sebelumnya pun mengatakan, upaya untuk merentas banjir salah satunya dengan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan seperti yang biasa dilakukan pada hari minggu dan melakukan normalisasi drainase.

    “Selain karena curah hujan yang cukup tinggi, secara bersamaan Sungai Musi juga mengalami pasang, sehingga aliran air dari anak sungai ke Sungai Musi menjadi terhambat,” ujarnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com