• Warga Bengkulu Pelajari Operasional PLTU Labuan Banten      

    0

    Bengkulu, jurnalsumatra.com  – Sejumlah warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu mempelajari operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Labuan, di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terkait rencana pembangunan pembangkit listrik serupa di kawasan pesisir Bengkulu.
    “Kami melihat langsung dampak operasional PLTU Labuan, terutama terhadap nelayan dan petani setempat,” kata Lovie Antoni, warga Kelurahan Teluk Sepang di Bengkulu, Senin.
    Hasil studi banding ke lokasi pembangkit dengan daya 2 x 300 Megawatt itu, perwakilan masyarakat menemukan dampak PLTU batu bara yang menurut warga telah merugikan nelayan dan petani.
    Pembangkit listrik bertenaga uap batu bara di Labuan, kata Lovie, yang dibangun di pesisir Pantai Pandeglang telah menurunkan hasil tangkapan nelayan setempat.
    “Beberapa nelayan bahkan terpaksa berganti profesi karena hasil tangkapan ikan mereka terus menurun,” kata Lovie.
    Selain mempengaruhi aktivitas nelayan, dampak PLTU Labuan juga mempengaruhi kegaitan bercocok tanam petani di wilayah itu.
    Lahan pertanian tak lagi memberikan hasil memuaskan sebab asap buangan dari PLTU batu bara mengeluarkan partikel halus yang jatuh ke areal pertanian saat hujan.
    “Kami juga mengkhawatirkan dampak yang sama bila PLTU dibangun di sekitar permukiman warga di daerah ini,” kata dia.
    Sebelumnya, sejumlah warga juga dibawa ke beberapa wilayah di Pulau Jawa untuk mempelajari operasional PLTU.
    Hamidin yang difasilitasi Pemko Bengkulu untuk melihat operasional PLTU Suralaya Banten mengatakan dampak negatif justru lebih besar dalam jangka waktu yang lama.
    “Dalam setahun atau dua tahun memang tidak terasa, tapi dalam jangka waktu yang lama justru merugikan,” ucapnya.
    Tidak hanya dampak ekonomi, warga juga khawatir keberadaan PLTU batu bara menjadi sumber penyakit, terutama gangguan pernafasan.
    Diketahui, investor asal Tiongkok berencana membangun PLTU dengan daya 2 x 100 MW di lahan PT Pelindo di Pelabuhan Pulau Baai yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari permukiman warga Kelurahan Teluk Sepang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com