• WAGUB Canangkan Pembentukan Satgas Kontra Terorisme      

    0

    Makassar,  jurnalsumatra.com -  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang mencanangkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kontra Terorisme, Radikalisme dan Narkoba serta Satgas Sulsel Melayani, Tertib dan Bersih secara serentak untuk 1.000 lokasi di provinsi itu.
    “Kegiatan ini adalah salah satu cara untuk mengantisipasi ancaman terorisme, radikalisme dan penggunaan narkotika dan obat terlarang yang cenderung meningkat di Sulsel,” kata Agus usai pencanangan secara simbolis tersebut di Makassar, Senin.
    Pencanangan satgas ini juga dilakukan secara serentak di 24 kabupaten/kota, 100 kecamatan dan 900 desa dan kelurahan se-Sulsel.
    “Kami berharap apa yang dicanangkan ini  bisa dilaksanakan juga di kabupaten/kota karena intinya ada di daerah. Pemerintah daerah yang bersangkutan langsung dengan masyarakat, sedangkan pemerintah provinsi hanya mendorong hal tersebut,” kata Agus.
    Agus mengungkapkan bahwa masalah narkotika, kini bukan hanya persoalan Indonesia saja, tapi masalah dunia.
    Sulsel, kata Agus,  karena dari sisi geografis terletak di tengah sangat rawan untuk dilintasi narkotika. Begitupun juga dengan teroris dan paham-paham radikalisme.
    “Hal ini harus terus kita waspadai, ini bukan tugas pemerintah saja dan aparat, tetapi tugas kita semua termasuk masyarakat,” katanya.
    Ia pun mengimbau tokoh masyarakat, agama dan tokoh adat, untuk bersama-sama menjalankan atau menyukseskan program yang baru dicanangkan tersebut.
    Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa menambahkan, Sulsel merupakan pintu sekaligus jalur transportasi yang terbuka di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sulsel sebagai tempat perlintasan aktivitas ekonomi dan perdagangan, sangat memungkinkan menjadi tempat para penganut paham radikal bisa mengganggu kondisi atau situasi trantibmas.
    “Satgas ini dibentuk dalam rangka mendorong agar elemen masyarakat bahu membahu, bersama-sama untuk mengantisipasi dini aktivitas atau paham radikalisme di Sulsel,” kata Asmanto.
    Ia juga mengungkapkan, secara khusus tidak ada paham radikalisme atau terorisme yang dideteksi, tapi Sulsel menjadi perhatian semua pihak. Apalagi ada beberapa aktivitas radikalisme di perbatasan.
    Misalnya, di Poso dan Kalimantan sehingga seluruh wilayah Sulsel menjadi perhatian untuk melakukan pemetaan dan deteksi dini.
    “Satgas dibentuk untuk memperkuat komunikasi yang terjalin selama ini. Para kepala desa, lurah, menjadi ujung tombak untuk memberikan informasi yang akurat terkait beragam aktivitas yang ada di masyarakat,” kata Asmanto.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com