• Vanda Tricolor Spesies Anggrek Tiga Warna dari Merapi

    0

    anggrekSleman, jurnalsumatra.com –  Kawasan lereng Gunung Merapi memiliki potensi dan kecocokan lahan untuk budi daya anggrek. Selain juga di wilayah Deles (Magelang) dan bukit Bibi atau lereng Merapi di wilayah Boyolali. Namun, pada saat ini, anggrek Tricolor – khususnya Tricolor Merapi – semakin langka.

    Berkaitan hal itu, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta – yang didukung Pemerintah Kabupaten Sleman – mengadakan Festival Anggrek Vanda Tricolor Var Suavis di Taman Anggrek Titi Orchids, Jalan Boyong Pakem, Sleman, pada 15-16 Oktober 2016.

    Titi Orchids dirintis  Ny. Sri Suprih Lestariati Bangun Andarini – yang akrab dipanggil bu Titi – sejak tahun 1970. Berbekal koleksi puluhan dendrobium, grammatopillum spesiosem, bu Titi kemudian membudidayakannya menjadi ratusan koleksi. Tahun 1980 bu Titi mulai membudidayakan jenis Vanda Tricolor Suavis – terutama Vanda tricolor merapi – karena secara pribadi ia sangat mengagumi keindahan dan molek warna tricolor Merapi.

    Kegiatan kali kedua itu, menurut ketua panitia, Ir Kadarso, dimaksudkan untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan tanaman anggrek Vanda Tricolor serta meningkatkan apresiasi terhadap tanaman anggrek. Selain pameran dan bursa anggrek, ada demo merangkai anggrek Vanda Tricolor dan pelatihan budi daya anggrek.

    Tahun lalu, berhasil mendatangkan 18 peserta dari DIY dan sekitarnya. Dan, anggrek jenis Vanda Tricolor – varietas asli gunung Merapi – sengaja dipilih karena dapat ditemukan di sekitar lereng Gunung Merapi, yang populasinya saat ini sudah semakin berkurang sejak pascaerupsi Merapi tahun 2010. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), mencatat, sebelum erupsi 2010 ada 70 spesies anggrek yang hidup di lereng Merapi. Setelah erupsi, jumlah spesiesnya menurun di bawah 50 jenis.

    Kepala Balai TNGM, Edy Sutyarto, mengatakan, di lereng selatan Merapi yang terdampak ringan oleh erupsi relatif aman dan jadi habitat anggrek untuk berkembang. “Untuk saat ini, Merapi memang jadi habitat anggrek,” jelas Edy Sutyarto, Rabu (12/10/2016).

    Setelah dilakukan program adopsi anggrek pada tahun 2015 lalu, kini sudah ada 6 spesies yang ditumbuhkan:  vanda tricolor, eria hyactintoides, dendrogium mutabile, eria oblittecyta, pholidota vertricora dan macropodhantis tesmarni.

    Vanda Tricolor Merapi, seperti dijelaskan Endang Semiarti, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia DIY, menjadi satu jenis dari spesies anggrek tiga warna yang lahir dari Merapi. Bunga yang mengeluarkan aroma wangi di pagi hari ini, memiliki ciri paduan warna ungu dengan totol (bintik) kecoklatan di bibir bunga dan warna kekuningan di bagian tengah.  (affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com