• Ulama: Cari Uang Halalkan Semua Cara Musyrik

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Seorang tokoh agama dari Kota Depok, Jawa Barat, berpendapat sejumlah orang ingin memenuhi kepuasan batin dan fisik menempuh segala cara termasuk tindakan musyrik yang dibenci Allah SWT, seperti penggandaan uang yang dilakukan oleh Kanjeng Dimas Taat Pribadi.
    “Faktor kepuasan batin, psikologis dalam hal untuk memenuhi kebutuhan yang tidak peduli kekayaan itu datang dari mana dan tanpa memikirkan akibatnya, atau diperdaya merupakan faktor utama kenapa sejumlah orang percaya akan mitos tersebut dengan berkedok agama,” ujar Ustadz Toyib Usman kepada Antara di Jakarta, Selasa.
    Salah satu korban Kanjeng Dimas yang berasal dari Makassar bernama Najmiah, karena pengusaha tersebut sudah menyetor uang sebanyak Rp200 miliar dalam dua tahun terakhir ini. Pengusaha tersebut berharap uangnya dapat dilipatgandakan oleh Kanjeng Dimas Taat Pribadi sehingga menjadi Rp1,8 triliun.
    Oleh Kanjeng Dimas Taat Pribadi, pengusaha tersebut diberikan puluhan batang emas yang ternyata palsu, potongan kertas dan uang palsu dari berbagai negara.

        Kematian korban yang menjadi pengikut Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi itu disebabkan setelah meminum ramuan cairan bening yang diberikan oleh Dimas Taat Pribadi.
    Toyib juga menambahkan ada dua kemungkinan yang dilakukan Taat Pribadi yaitu tindakan musyrik, jika ia bersekutu dan meminta bantuan pada syetan merupakan tindakan yang dilaknat oleh Allah, dan yang kedua pengandaan uang yang dilakukan Taat Pribadi adalah dosa besar karena telah menipu para pengikutnya.
    Selain Najmiah, ada korban yang lainnya yang dibunuh oleh Taat Pribadi yaitu Abdul Ghani dan Ismail Hidayah yang juga merupakan pengikut dari Padepokan Kanjeng Dimas.
    Gani dan Ismail termasuk orang yang membantu Taat selama menjalankan aktivitas padepokan yang berdiri pada tahun 2007.
    Pembunuhan Gani melibatkan sembilan tersangka, pembunuhan ini dilakukan diruangan tim pelindung padepokan kanjeng dimas pada 13/4/16 dengan cara dipukul, dijerat, dan dibekap.
    Ada pun pembunuhan yang dilakukan oleh Ismail pada 2/2/15 melibatkan enam tersangka termasuk Taat Pribadi itu sendiri yang diduga menjadi dalang dalam kasus ini.
    Pembunuhan itu dilakukan karena Taat Pribadi tidak ingin kedok usaha penipuannya dibongkar oleh korban yang juga pernah menjadi Ketua Yayasan Padepokan kanjeng dimas.
    Pada Senin, Polda Metro Jaya Jawa Timur (Jatim) telah melakukan rekronstruksi ulang tentang kasus Taat Pribadi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com