• UAD Yogyakarta Bangun Kampus Utama

    0

    uad1Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Untuk menampung seluruh kegiatan dan mengembangkan kegiatan akademis yang ada, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta tengah mempersiapkan pembangunan kampus 4. Saat ini UAD telah membebaskan lahan seluas 3,5 hektar di wilayah Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul.

    Pembangunan kampus utama dengan luas bangunan 34.391 meter persegi dengan 10 lantai sudah dimulai pada Rabu (12/10/2016) setelah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr  Haedar Nashir, MSi meletakkan batu pertama didampingi Ketua Umum PP Aisyiyah Dra Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi, Prof Dr H Yunahar Ilyas, Lc, MAg (BPH UAD), Dr H Agung Danarto (Sekretaris PP Muhammadiyah) dan Rektor UAD Dr Kasiyarno, M.Hum.

    UAD sangat berharap kampus utama ini segera terwujud karena kampus 1, 2, 3, dan 5 sudah penuh sesak. “Sehingga dosen sangat sulit mengubah jadwal kuliahnya,” kata Kasiyarno yang menambahkan kini mahasiswa UAD hampir 15 ribu dengan 5.800 mahasiswa baru.

    Berkaitan pembangunan kampus utama UAD, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, MSi mengatakan, ini sebuah rancangan besar matarantai pembangunan yang diletakkan UAD Yogyakarta. “Apa yang telah dicapai UAD ini tidak tiba-tiba dan bukan sim salabim. Ini semua adalah ikhtiar keluarga besar UAD dan Muhammadiyah,” tandas Haedar yang menambahkan apa yang dibangun Muhammadiyah itu dari modal kemandirian.

    Menurut Haedar, membangun itu tidaklah mudah, yang mudah itu membongkar atau merusak. “Kita membangun bukan sekadar fisik, tapi ada ruh dan jiwa serta cita-cita,” kata Haedar yang berharap dalam pembangunan itu ada karakter dan perpaduan warna serta ada konstruksi yang berkemajuan.

    Bagi Haedar, membangun di tengah-tengah masyarakat tidaklah rugi karena akan lahir generasi terpelajar Muslim yang cerdas ruhani, moral dan intelektualnya serta relasi sosialnya. “Untuk itu, spirit iman yang melahirkan pribadi berintegritas dan kemajuan perlu dilakukan,” kata Haedar.

    Dijelaskan Drs Safar Nasir, MSi, panitia pembangunan, kampus utama UAD pembangunannya dimulai 5 Oktober 2016 dengan milestone pertama pada 25 Juli 2017 sudah diserahterimakan sampai dengan lantai 4. Tahun akademik 2017/2018 yang diawali September 2017 sudah bisa menggunakan 3 lantai untuk perkuliahan.

    Anggaran pembangunan kampus utama UAD Yogyakarta – dengan konsep green building grade gold – sebesar Rp 300 Miliar. Luas lantai berkisar antara 2.142,48 meter persegi sampai 3.883,48 meter persegi. Pelaksanaan proyek selama 15 bulan atau 450 hari kalender hingga Januari 2018.

    Dan, pembangunan ini menggunakan konsultan secara lengkap dan spesifik agar pengerjaannya terjaga mutu dan waktunya serta biaya lebih efisien. Konsultan arsitek PT Arupadatu Kreasitama Klaten, konsultan MEP adalah PT Metakom C Pratama Jakarta, konsultan QS adalah PT Pratama Savindo Oetama Jakarta, konsultan struktur adalah PT Limajabat Jaya Jakarta, konsultan manajemen konstruksi adalah PT Tethagra Adyatama Jakarta dan PT PP (Persero) Jakarta sebagai kontraktor.

    Gedung kuliah utama UAD Yogyakarta nantinya digunakan Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK), Fakultas Teknik Industri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, yang memakai ruang kelas kecil kapasitas 30 orang sebanyak 12 ruang, kelas sedang kapasitas 60 orang ada 48 ruang dan kelas besar kapasitas 90 orang ada 12 ruang, yang seluruhnya bisa menampung 4.320 orang mahasiswa. (affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com