• Tol Laut Sebagai Pembangunan Maritim Dan Perbatasan Ala Jokowi

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah Indonesia tengah membangun perhubungan maritim melalui program konektivitas tol laut yang juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing dan pembangunan kawasan perbatasan maupun daerah terpencil.
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat diwawancarai oleh Antara pada Kamis lalu (13/10) di Istana Merdeka, Jakarta mengaku konektivitas diperlukan untuk mempercepat mobilitas orang dan barang sehingga mampu menopang ekonomi di daerah pinggiran.
    Berikut ini adalah petikan wawancara bersama Presiden Joko Widodo:
    Pertanyaan: Apa makna kebijakan pembangunan perhubungan untuk meningkatkan ekonomi bangsa?
    Jawaban:  Konektivitas itu sangat diperlukan untuk mempercepat mobilitas orang serta mempercepat mobilitas barang. Sehingga yang kita harapkan kalau infrastruktur-infrastruktur itu jadi, baik di darat, di laut maupun udara seperti pembangunan jalan, pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan, pembangunan “airport” di pulau-pulau terpencil di pinggiran itu, jalur kereta api bisa selesai, kita harapkan nanti pertama mobilitas barang lebih cepat dan lebih murah.
    Lalu yang kedua juga mobilitas orang juga lebih cepat dan lebih murah, dan yang ketiga yang paling penting konektivitas itu akan mempersatukan kita dari Aceh langsung bisa terbang ke Papua. Saya kira infrastruktur tidak hanya masalah ekonomi, tapi juga menyangkut masalah persatuan bangsa kita.
    Pertanyaan: Bagaimana membangun wilayah perbatasan terkait konektivitas dan kesejahteraan masyarakatnya?
    Jawaban: Yang pertama masalah perbatasan, kita ingin ada sebuah kebanggaan masyarakat kita apabila lewat perbatasan itu. Coba sebelumnya di Motaain, saya nengok ke sebelah timur di sana bangunannya megah. (Sedangkan) di kita, bangunannya seperti susah mengatakannya, kecil dan kayak terkotak-kotak, kayak toko dan itu yang menyebabkan rasa kebanggan kita hilang.
    Hal yang kedua dari sisi ekonomi juga harus ada tempat di situ karena arus barang dari kita ke negara lain itu lewat darat yang lewatnya di Motaain ke Timor Leste, Entikong ke Malaysia sehingga saya juga sampaikan jangan hanya kantor imigrasi atau kantor karantina atau kantor yang berhubungan dengan lintas negara diajukan, tapi juga harus ada fungsi dan manfaat ekonominya sehingga saya sampaikan juga jangan lupa dibangun pasar yang besar, yang bisa menampung produk-produk negara kita yang bisa dibawa untuk diekspor ke negara lain.

        Pertanyaan: Apa makna perang melawan penangkapan ikan ilegal dalam kemaritiman?
    Jawaban: Kita ingin menyelamatkan sumber daya alam laut kita. Coba tanya Menteri Susi, lebih dari 7.000 kapal ilegal yang selalu mengeruk ikan-ikan kita dibawa langsung ke negara yang di sekitar kita. Ini kalau diteruskan kan terumbu karang bisa rusak, ikan-ikan bisa habis terkuras serta sumber daya laut kita.
    Sehingga kita lihat dalam hampir dalam dua tahun ini, seingat saya sudah 236 kapal yang ditenggelamkan oleh Menteri Susi dan sekarang memang orang mikir mau mencuri ikan di perairan Indonesia, mikir 1000 kali.
    Pertanyaan: Bagaimana laporan perkembangan sektor perikanan Indonesia?
    Jawaban: Logikanya begini dulu nelayan kalah bersaing dengan kapal kapal besar ini yang mengambil ikan. Pasti kalah bersaing. Setelah 7.000 kapal itu sudah tidak ambil ikan lagi, pasti kan ikannya sudah semakin banyak.
    Tolong ditanyakan langsung kepada nelayan. Hanya memang informasi yang saya dapatkan dari citra satelit, klorofil hijauan yang ada di laut kita sudah tumbuh hampir dua kali lipat, artinya ikannya juga mirip-mirip itu.
    Inilah kesempatan kita untuk mendapatkan produksi ikan yang lebih baik lagi. Dengan ini nelayan meningkat penghasilannya, tetapi tadi yang kedua juga kita ingin menata industri pengolahan ikan lagi sehingga ini juga akan muncul lapangan pekerjaan di situ.
    Pertanyaan: Apakah sekarang Indonesia sudah tidak “memunggungi” laut lagi?
    Jawaban: Ya sebagian sudah mulai kita melihat laut sebagai sebuah sumber kekayaan kita, sehingga infrastruktur laut ini harus kita benahi, baik yang berkaitan dengan masalah pelabuhan yang besar-besar saya kira sudah mulai kita bangun.
    Hal yang kedua, itu sudah saya sampaikan, pencurian juga jauh berkurang sehingga kita juga memperhatikan sumber daya alam laut kita, artinya kita tidak memunggungi lagi.
    Kemudian yang ketiga juga kapal tol laut yang trayeknya sudah pasti, harinya sudah pasti. Ini sudah ada enam dan akan tambah lagi tiga, berarti ada sembilan sehingga dari barat ke timur itu selalu ada kapal terus dan dengan kepastian itu orang akan mengirimkan sembako, kirim gula atau pun beras itu akan lebih pasti.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com