• Susi Ajak Universitas Kaji Hasil Kebijakan Pemerintah

    0

        Bogor, jurnalsumatra.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan universitas mempelopori dan menginisiasi studi mengenai hasil kerja pemerintah yang telah dijalankan.
    “Seperti pemerintah membuat Perpres 44 untuk mengembalikan 100 persen penangkapan untuk dalam negeri, tidak boleh satu persen pun untuk kapal asing,” katanya dalam diskusi usai kuliah umum di kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Kamis.
    Susi menyebutkan pemerintah membuat kebijakan untuk melindungi sumberdaya perikanan yang memiliki kemampuan pulih dibanding sumberdaya lainnya.
    Menurutnya, sampai seaat ini tidak ada apresiasi dari akademisi manapun dari prestasi yang dibuat pemerintah yang menjadikan perikanan dan kelautan satu-satunya sumberdaya yang berdaulat secara 100 persen tidak boleh dimanfaatkan oleh asing.
    “Perikanan satu-satunya sumber daya dapat pulih yang kita miliki, tetapi harus komitmen menjaganya,” kata Susi.

        Menurut Susi, semua pihak harus turut menjaga sumber daya perairan yang berdaulat 100 persen, termasuk perguruan tinggi di Indoensia.
    “Ikan bukan hanya komoditi, tetapi bagian dari ketahanan pangan,” katanya.
    Susi mengatakan Indonesia bukan negara ekspansi, sehingga perlu memiliki sikap posesif dan obsesif untuk melindungi sumberdaya yang dimiliki.
    “Kalau tidak ada posesif, tidak akan ada yang melindungi bangsa kita. Kita akan dikuasai oleh global. Sebaiknya kita menjadi negara pemain dominan, kalau kita tidak dibantu, 250 juta penduduk kita akan jadi masalah bagi bangsa lain,” katanya.
    Susi menambahkan, saat ini semua sektor telah dikuasai portofolio global kecuali perikanan. Sehingga sektor perikanan akan terus diganggu, karena kebijakan yang dijalankan pemerintah Indonesia tidak sejalan dengan semangat global.
    “Jadi ‘ilegal fishing is not about fishing, tetapi di dalamnya ada perdagangan manusia, miras, rokok ilegal, apa saja. Maka itu kapal asing tidak boleh beroperasi di laut Indonesia,” kata Susi.
    Selain menyampaikan kuliah umum, Susi juga menyaksikan pendatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) dengan empat perguruan tinggi negeri akni IPB, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com