• Sosialisasi dan Promosi Wisata Rendah

    0

    legenda_pulau_kemaroPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sosialisasi dan promosi pariwisata harus dimaksimalkan oleh Pemkot Palembang. Hal ini menjadi kunci peningkatan pelancong ke Palembang, baik dari dalam ataupun luar negeri dalam Asian Games yang akan berlangsung paa tahun 2018 mendatang.

    “Hal yang harus dikembangkan di Palembang untuk persiapan ajang olahraga internasional itu, yakni infrastruktur yang difokuskan di Jakabaring Sport City, selanjutnya promosi wisata daerah,Kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Sumsel, Ahmad Yani dalam coffee morning stakeholder pariwisata di rumah dinas wali kota, Kamis (13/10).

    Dengan itu, dikatakan Yani, pelaku usaha bidang wisata dan travel bisa memanfaatkan momen Asian Games untuk mengembangkan bisnis.

    Sementara Pemkot Palembang harus membuka diri kepada swasta agar usaha perjalanan wisata bisa mendukung program peningkatan pendapatan di sektor wisata ini.

    “ Kedua pihak ini mesti bekerja bersama mengenalkan Palembang dan Sumsel secara umum, ke luar. Kami siap menjembatani Pemkot dan swasta dalam pembangunan bidang kepariwisataan,”jelasnya.

    Ketua Asosiasi Wisata dan Travel (Asita) Sumsel, Anton Wahyudi menyatakan, peningkatan kunjungan wisata di tahun 2017 mesti ditargetkan naik signifikan. Event sport tourism bisa jadi ukuran. Dia menyarankan, untuk kegiatan promosi, Pemkot Palembang bisa menggandeng agent-agent yang ada bali.

    “Ada event besar di Bali dalam waktu dekat ini, rencananya dihadiri 40 negara dari benua asia, afrika, dan lainnya. Palembang harus memanfaatkan momen itu untuk promosi, gandeng agent bali,”urianya.

    Adapun untuk pengembangan wisata daerah, dia berharap Pemkot Palembang bisa memprioritaskan satu atau dua destinasi saja. Dari sana, bisa ditingkatkan fasilitas, SDM, dan hal teknis lain yang dibutuhkan.

    “Destinasi wisata jangan parsial, prioritaskan yang mana dulu, mau mengembangkan pulau kemaro, kampung almunawar, atau lainnya. Kalau mau pulau kemaro saja, tinggal dipikirkan untuk menambah fasilitas hiburan di sana,”ungkapnya.

    Meskipun Palembang hanya memiliki daya tarik wisata alam berupa sungai ditambah SDM yang masih kurang profesional, Anton menegaskan, kendala-kendala itu tidak akan menyurutkan langkah promosi wisata.”Palembang tetap bisa promosikan wisata kuliner, wisata bahari sungai musi, dan budaya,”terangnya.

    Wali Kota Palembang Harnojoyo mengakui, belajar dari momen Gerhana Matahari Total (GMT) lalu, Pemkot Palembang belum bisa membuat pelancong bertahan cukup lama di kota ini. Sebab, destinasi wisata yang bisa dijual sangat minim.

    “Selesai GMT, pengunjung dari luar kota dan luar negeri itu langsung terbang kembali ke negaranya. Kita rugi di sini. Karena itu, sudah saatnya kita berupaya agar pengunjung bisa menikmati destinasi wisata yang kita kembangkan,”ucapnya.

    Adapun saran agar Pemkot bekerja sama dengan pihak ketiga tentu akan dipertimbangkan. Paket wisata kita akan MOU dengan agent Bali, yang penting bisa mendatangkan kunjungan wisata.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com