• Sleman Kembangkan Pewarna Alami di Sentra Batik

    0

    sri-purnomoSleman, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kembangkan batik pewarna alami.

    Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MSi, dalam acara pengukuhan sentra batik di Dusun Plalangan Pandowoharjo menyampaikan, dalam pengembangan pewarna batik alami Pemkab Sleman melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi.

    Pengembangan warna alami ini, dikatakan Sri Purnomo, merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam menjaga kelestarian alam. “Dengan mengupayakan peralihan dari batik pewarna sintetis menjadi batik pewarna alami yang ramah lingkungan,” jelas Sri Purnomo, Senin (3/10/2016).

    Menurut Sri Purnomo, pewarna batik alami seperti penggunaan tanaman indigo dan daun bambu yang sudah kering, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penggunaan bahan alami terbentur pada penyediaan bahan baku dan harga yang jauh lebih tinggi dari pewarna sintetis.

    “Selain itu warna yang dihasilkan dari pewarna alami lebih soft. Akan tetapi hal itu tidak menjadi masalah karena akan menjadi daya tarik tersendiri seiring berkembangnya ragam batik di Indonesia,” kata Sri Purnomo yang menambahkan melalui penelitian dan uji coba ke depan pewarna alami akan terus berkembang dan dapat bersaing dengan pewarna sintetis.

    Dengan dikukuhkannya sentra batik Dusun Plalangan, Pandowoharjo, Sleman, dengan brand ‘Ayu Arimbi’, Bupati Sleman Sri Punomo berharap dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi batik yang ada di wilayah Plalangan. “Sekaligus mampu menjadi daya dukung bagi peningkatan kemandirian perekonomian warga setempat,” kata Sri Purnomo.

    Sebagaimana dijelaskan Kepala Sentra Batik Plalangan Pandowoharjo, Jamaludin, batik Ayu Arimbi Plalangan berbasis pemberdayaan masyarakat. Berbekal pelatihan membatik dari Disperindagkop Kabupaten Sleman muncul inisiatif untuk merekrut ibu-ibu rumah tangga prasejahtera di Dusun Plalangan dalam proses produksi batik.

    Seiring berjalannya waktu, batik Plalangan semakin banyak order. “Sehingga mampu mengangkat ekonomi warga kami yang kurang mampu,” jelas Jamaludin.

    Sentra batik Plalangan mendukung langkah Pemkab Sleman dalam pengembangan pewarna alami. Meskipun bahan baku pewarna alami masih sulit didapatkan untuk warna tertentu, warga masyarakat tetap yakin jika pewarna alami nanti dapat bersaing dengan pewarna sintetis. ”Kami berharap dengan pengembangan warna alami yang dilakukan lambat laun pewarna sintetis dapat ditinggalkan,” tambah Jamaludin. (affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com