• SKPD Keluhkan Harga Sewa Stand OKI Expo  

    0

    48KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Sejumlah SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengeluhkan mahalnya biaya sewa stand pameran OKI Expo yang akan digelar dalam rangka memperingati HUT Kabupaten OKI ke 71 tahun di Stadion Mini Kayuagung pada 10-14 Oktober mendatang.

    Pihak Even Organizer yang mengelola stand OKI Expo 2016 ini rencananya akan menyiapkan 150 unit stand. Rinciannya, 75 stand berada di ruang terbuka, dengan bentuk tenda kerucut ukuran 3 x 3 meter dan 5 x 5 meter. Biaya sewa tenda ini antara Rp5 juta-Rp10 juta yang diperuntukkan bagi peserta OKI Expo dari kalangan swasta, UMKM dan lainnya.

    Sedangkan 75 stand lagi berada di ruangan ber AC atau di bawah tenda rooters. Stand yang dipisah dengan sekat-sekat ini disewakan dengan harga Rp15 juta/unit, yang diperuntukkan bagi SKPD, Dinas/Instansi, Bagian dan Kecamatan di jajaran Pemkab OKI. Hal inilah yang menjadi keluhan, karena kegiatan tersebut hanya dilaksanakan selama 5 hari.

    “Saya kira terlalu mahal, Rp15 juta untuk 5 hari kegiatan. Okelah kalau peserta dari pihak swasta, saat kegiatan ada produk-produk yang memang layak untuk dipasarkan. Sementara kalau dari pihak kecamatan dan bagian, dan dinas yang memang tidak memiliki produk yang bisa ditawarkan, dari mana kami mencari dana untuk uang sewa stand,” ungkap salah satu Kepala SKPD di jajaran Pemkab OKI yang meminta namanya tidak dituliskan, Selasa (4/10/2016).

    Pejabat di dinas/instansi lainnya mengatakan, seharusnya pihak pengelola kegiatan bisa mempertimbangkan lagi besaran sewa stand untuk dinas/instansi dan SKPD, sebab dalam kegiatan itu mereka hanya turut memeriahkan, sementara yang memang terlibat langsung adalah UMKM dan pihak swasta seperti perusahaan-perusahaan di OKI.

    “Dinas/instansi ini diwajibkan ikut ambil bagian pada moment OKI Expo tersebut. Tapi kalau kami harus mengeluarkan biaya yang besar, itu hanya menjadi beban bagi kami. Coba panitia bisa memaklumi dinas/instansi yang minim anggaran seperti kami,” terangnya.

    Sementara itu, Didit selaku EO dalam kegiatan OKI Expo tersebut saat dikonfirmasi mengaku dalam kegiatan OKI Expo tersebut pihaknya harus mengeluarkan dana pribadi, termasuk untuk biaya sewa lokasi. “Kami tidak ada kontrak dengan pemerintah daerah, disini kami menjalankan modal sendiri untuk mensukseskan OKI Expo ini. Persiapannya sekarang sudah 80 persen, untuk sewa stand antara Rp5 juta-Rp15 juta,” ujar Didit saat diwawancara wartawan.

    Menanggapi tingginya biaya sewa stand OKI Expo, H Subhan Ismail selaku anggota DPRD OKI berharap ada solusi bagi dinas/instansi yang memang minim anggaran. “Ini moment tahunan, ada juga anggarannya di dinas/instansi yang terlibat secara langsung. Jadi kalau anggarannya ada, seharusnya kegiatan ini bukan menjadi keluhan bagi para SKPD yang akan berpartisipasi,” tegas H Subhan.

    OKI Expo merupakan agenda tahunan yang digelar dalam rangka peringatan HUT Kabupaten OKI. Selain pameran, bazar dan Job Fair, ada juga Festival Bende Seguguk yang menampilkan acara seni dan budaya asli masyarakat di Bumi Bende Seguguk. Untuk tahun ini, perayaan HUT OKI juga sedikit berbeda, khususnya bagi Kecamatan Kayuagung. Mereka akan kembali menggelar lomba Perahu Bidar di Sungai Komering, sama seperti saat kegiatan peringatan HUT RI 17 Agustus lalu. (RICO)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com