• September Palembang Alami Inflasi 0,24%

    0
    September Palembang Alami Inflasi 0,24%

    September Palembang Alami Inflasi 0,24%

    Palembang, jurnalsumatra.com – Inflasi yang terjadi di Kota Palembang bulan September 2016, karena adanya kenaikan indeks harga pada 6 (enam) kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar (1,28 persen), kelompok sandang sebesar 0,58 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen, kelompokk perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,06 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen. Sedangkan 1 (satu) kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga yang menahan besaran inflasi bulan ini, yaitu kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar (-0,83 persen).

    Seperti yang diungkapkan Kepala BPS Provinsi Sumsel Yos Rudiansyah, MM Kepada jurnalsumatra.com yang mengatakan “Laju inflasi kumulatif tahun 2016 sebesar 2,49 persen. Sementara laju inflasi “year on year” (September 2016 terhadap September 2015) adalah 4,54 persen. Kota Palembang pada bulan September 2016 berdasarkan kelompok pengeluaran menunjukkan bahwa 6 (enam) kelompok mengalami kenaikan indeks harga.” Ujarnya dengan penjelasan 6 kelompok pengeluaran.

    Dikatakan\nya, komoditas yang mengalami kenaikan yang menyebabkan inflasi di Kota Palembang antara lain; cabe merah, tomat sayur, beras, mie instan, dan minyak goreng. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga/tariff antara lain, angkutan udara, bawang merah, gula pasir, wortel, daun katuk, telur ayam ras dan kentang.

    Sementara untuk Kota Lubuk Linggau pada bulan September 2016 mengalami deflasi sebesar (0,79 persen), dengan laju inflasi kumulatif tahun 2016 sampai dengan September adalah 1,83 persen dab laju inflasi “year on year” (September 2016 terhadap September 2015) adalah 2,93 persen.

    Dikatakanya, komoditas yang mengalami kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Lubuk Linggau pada bulan September 2016 antara lain cabe merah, jeruk, rokok kretek filter, tomat sayur dan minyak goreng, sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi antara lain daging ayam ras, nila, bayam, wortel, beras dan gula pasir.

    Untuk provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar (0,30 persen) besaran angka inflasi ini diperoleh bulan September 2016. Laju inflasi kumulatif sampai dengan bulam September 2016 sebesar 2,42 persen, dan laju inflasi “year on year” (September 2016 terhadap September 2015) adalah 4,38 persen.

    “Berdasarkan pemantauan harga selama bulan September 2016 pada 82 kota IHK di Indonesia, menunjukkan bahwa 58 kota (HK mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar (1,85 persen), terendah di Kota Purwokerto dan Banyuwangi masing-masing sebesar (0,02 persen). Sedangkan 24 Kota IHK mengalami deflasi tertinggi di kota Pontianak masing-masing sebesar (-1,06 persen) terendah di Kota Kendari sebesar (-0,01 persen)” pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com