• Relawan Desa Disiapkan Menghadapi Potensi Tanah Longsor

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Relawan dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana di beberapa desa wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta disiapkan untuk potensi bencana tanah longsor saat musim hujan 2016.
    “Musim hujan ini datangnya lebih awal dibanding sebelumnya, namun kami semua sudah siap termasuk FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) desa telah siaga,” kata Camat Imogiri Bantul Sigit Subroto di Bantul, Selasa.
    Menurut dia, dari delapan desa di wilayah Imogiri, enam desa di antaranya masuk dalam zona merah atau rawan terjadi tanah longsor saat musim hujan dengan intensitas tinggi karena sebagian wilayahnya berada di lereng-lereng perbukitan.
    Namun demikian, kata dia, masing-masing desa sudah terbentuk FPRB yang mendapat pembinaan dan pelatihan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penguatan kelembagaan dalam menghadapi bencana yang berpotensi terjadi.

          “Selain itu, kita juga ciptakan komunikasi yang harmonis, jadi antara RAPI (radio antarpenduduk Indonesia), FPRB dan lembaga masyarakat yang ada saling mengisi. Kita selalu dibantu dengan adanya FPRB dan Rapi,” katanya.
    Menurut dia, enam desa di Kecamatan Imogiri yang rawan longsor itu antara lain Desa Sriharjo, Desa Imogiri, Desa Wukirsari, Desa Selopamioro, Desa Karangtengah serta Desa Girirejo, tingkat kerawanan berbeda-beda tergantung kondisi geografis wilayah tersebut.
    “Yang paling rawan longsor itu tiga desa yaitu, Desa Selopamioro, Wukirsari dan Sriharjo. Sementara hanya ada dua desa yang tidak masuk zona rawan longsor karena berada di dataran rendah, yaitu Desa Desa Karangtalun dan Kebon Agung,” katanya.
    Sigit mengatakan, bencana tanah longsor hingga material menimpa rumah warga selalu terjadi setiap tahun, bahkan pada musim hujan 2014 pihaknya mencatat ada sebanyak 31 titik tanah longsor, sementara pada 2015 tanah longsor terjadi di 27 titik.
    “Ada yang menimpa rumah penduduk, tetapi alhamdulillah tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Potensi longsor di Imogiri ini karena banyak tebing yang tanahnya berongga, sehingga ketika diguyur hujan berpotensi longsor,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com