• Proses Perpanjangan STNK Diminta Disederhanakan

    0

       Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Sebagian warga menyampaikan harapannya agar Pemprov Lampung dan pihak terkait segera  menyederhanakan proses pengurusan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK), mutasi atau balik nama kendaraan bermotor di Kantor Samsat Rajabasa Lampung.
    “Misalnya untuk memperpanjang STNK, ada sejumlah loket yang harus dilalui dan tempatnya juga terpisah-pisah. Seharusnya jumlah loketnya dikurangi agar prosesnya lebih sederhana dan lebih cepat,” kata Herman, salah satu warga saat diminta tanggapannya, di Bandarlampung, Jumat.
    Menurut dia, waktu proses perpanjangan STNK atau mutasi/balik nama kendaraan bermotor bisa dipangkas jika jumlah loket dikurangi dan jumlah petugasnya diperbanyak.
    Ia menyebutkan, untuk memperpanjang STNK masih melewati 9 loket, mulai daftar cek fisik hingga pengambilan STNK perpanjangan. Sedang pelat kendaraan baru bisa diambil paling cepat seminggu setelah perpanjangan.
    Selain itu, warga lainnya di Samsat Rajabasa Lampung juga mengharapkan jumlah petugas diperbanyak, terutama petugas di pendaftaran dan cek fisik untuk mengurangi antrean panjang.
    Jumlah petugas pengecek fisik kendaraan hanya 7 orang, sementara jumlah kendaraan setiap hari yang mengalami perpanjangan STNK, mutasi atau balik nama bisa mencapai 500-600 unit.
    Meski demikian, para pengunjung Samsat menyebutkan petugas cukup baik melayani mereka, terutama ketika menanyakan prosedur yang harus ditempuh dalam mengurus surat kendaraannya.

        Waktu yang dibutuhkan untuk mengurus perpanjangan STNK di Samsat Rajabasa Bandarlampung paling cepat 2 jam, namun bisa juga mencapai lebih dari 3 jam. Sedang proses membayar PKB di loket pelayanan “Drive Thru” hanya berkisar kurang dari lima menit.
    Sebelumnya warga juga mendesak Dispenda Provinsi Lampung memperpanjang pengurusan pembayaran PKB di tiga mal di Kota Bandarlampung..
    “Seharusnya jam operasional loket pembayaran PKB di mal ini diperpanjang, bukan diperpendek, agar makin banyak warga pembayar pajak terlayani,” kata Wawan, salah satu warga saat ditemui di Loket Samsat Mal Kartini Bandarlampung, pekan lalu.
    Menurut dia, waktu pelayanan yang diperpendek akan menyurutkan minat untuk membayar PKB sebelum jatuh tempo.
    “Kalau perlu, layanan PKB di tempat ini buka mulai pukul 07.00 WIB sampai malam, agar warga bisa membayar pajaknya sebelum masuk kerja atau setelah pulang kerja,” katanya.
    Petugas Samsat Mal Kartini, Hamdani, menyebutkan banyak warga yang marah karena waktu operasional Samsat justru diperpendek, dari sebelumnya pukul 09.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB.
    “Dulu buka mulai pukul 09.00 WIB, namun dua minggu sebelum bulan puasa tahun ini justru diminta buka mulai pukul 10.00 WIB. Disebutkan alasannya untuk mengikuti waktu operasional mal. Perubahan kebijakan ini akhirnya membuat kita yang dimarahin pembayar pajak,” katanya.
    Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, dari hampir tiga juta kendaraan bermotor di provinsi itu, baik sepeda motor muapun mobil, ada sekitar satu juta belum bayar pajak.
    Karena itu, Gubernur meminta jajaran pemerintah terutama samsat untuk dapat mengejar target-target khusus agar masyarakat pemilik kendaraan untuk taat membayar pajak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com