• Program Sejuta Rumah Di NTT Terkendala Dana    

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT Andre Koreh mengatakan pembangunan sejumlah rumah dalam program sejuta rumah di wilayah itu masih terkendala dengan dana.
    “Angka kebutuhan rumah di NTT diperkirakan sekitar 250.000 rumah, namun hingga kini belum seluruhnya terpenuhi karena sejumlah kendala, salah satunya soal pembiayaan,” katanya Andre, kepada Antara saat dihubungi dari Kupang, Senin.
    Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan pembangunan di provinsi berbasis kepulauan itu menjelang dua tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang salah satu visinya adalah membangun Indonesia Timur.
    Andre Koreh yang saat ini tengah berada di Jakarta, dalam rangka urusan dinas membahas soal sejumlah pembangunan di NTT mengaku walaupun hingga kini belum tercapai semua pembangunan perumahan bagi masyarakat di NTT namun pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin.
    “Penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) 2016, berdampak pada pembangunan infrastruktur di NTT salah satunya adalah pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam program sejuta rumah,” ujarnya.
    Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sendiri mengalami pemotongan anggaran  sebesar Rp69 miliar dari penyaluran DAU tahun 2016 untuk Nusa Tenggara Timur sebesar Rp242 miliar, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 125/PMK-07/2016 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
    Selain masalah anggaran dana, masalah lain yakni soal pendataan berapa jumlah keluarga ekonomi rendah yang layak mendapatkan rumah tersebut.
    “Kita selalu berharap agar pendataan keluarga-keluarga yang mendapatkan rumah itu bisa jelas dan bisa cepat selesai agar hal tersebut bisa tercapai. Hingga saat ini belum ada 10 ribu unit rumah yang kita bangun,” tambahnya.
    Disamping masalah data, kendala lain yakni soal masalah lahan yang selalu menjadi permasalahan di hampir semua wilayah provinsi berbasis kepulauan tersebut.
    Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin beberapa waktu lalu dalam pertemuan di jakarta mengatakan pada tahun 2016 ini program sejuta rumah masih menargetkan pembangunan 1.000.000 unit rumah.
    Adapun target pembangunan rumah untuk MBR nantinya akan lebih besar yakni mencapai 700.000 unit rumah, sedangkan non MBR hanya 300.000 unit rumah.
    Untuk itu, pihak Kementerian PUPR akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/ Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, pengembang, perbankan, serta masyarakat luas agar target pembangunan sebanyak satu juta unit dapat tercapai.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com