• Prandelli Puji Valencia Setelah Raih Kemenangan    

    0

    Madrid, jurnalsumatra.com – Pelatih Valencia Cesare Prandelli memuji semangat dan determinasi timnya ketika ia memulai masa kerjanya di raksasa Liga Spanyol itu dengan catatan bagus, menang 2-1 di markas Sporting Gijon pada Minggu.
    Mantan pelatih timnas Italia itu menggantikan Pako Ayesteran dua pekan silam, di mana finalis Liga Champions sebanyak dua kali tersebut berada di zona degradasi dan masa kerjanya diawali dengan baik ketika Mario Suarez menyelesaikan serangan balik yang impresif pada menit ketujuh.
    Tandukan Carlos Castro menyamakan kedudukan sebelum turun minum, namun mantan gelandang Atletico Madrid dan Watford Suarez merestorasi keunggulan mereka pada babak kedua melalui penyelesaian jarak dekat.
    “Apa yang paling saya sukai adalah kesatuan, hasrat untuk melakukan berbagai hal dengan baik dan semangat yang ingin bekerja keras,” kata Prandelli pada konferensi pers.
    “Kami bermain dengan banyak intensitas di lapangan yang sulit melawan tim yang sangat terorganisir, dan ini merupakan pertandingan yang sangat seimbang.”
    Valencia meninggalkan zona degradasi dan naik ke peringkat ke-14 dengan koleksi sembilan angka dari delapan pertandingan, meski Prandelli mengakui bahwa pekerjaannya baru dimulai.
    “Saya sangat gembira namun kami perlu terus bekerja keras, benar-benar keras. Tiga angka ini akan memberi kami dorongan untuk terus bekerja,” ucapnya.
    Masa-masa sulit
    Dengan enam gelar liga dan tujuh koleksi Piala Raja, Valencia merupakan salah satu klub terbesar di sepak bola Spanyol namun mereka kesulitan untuk mengulangi kejayaan di masa lalu sejak kepergian pelatih Rafael Benitez, di mana kesuksesan terakhir mereka di liga terjadi pada 2004.
    Klub juga mengalami kesulitan keuangan pada beberapa tahun terakhir dan terpaksa mengesampingkan rencana untuk pindah ke stadion baru berkapasitas 61.000 penonton, sebab dewan kota merasakan hantaman dari krisis ekonomi Spanyol.
    Miliarder Singapura Peter Lim membeli klub yang dililit hutang ini pada 2014, namun Valencia terus terperosok dari krisis ke krisis dan melakukan serangkaian penunjukan manajerial yang berakhir buruk.
    Prandelli, yang membawa Italia ke final Piala Eropa 2012, merupakan pelatih kedelapan Valencia sejak Unai Emery meninggalkan klub ini pada 2012 meski mampu meloloskan “Los Che” ke Liga Champions pada tiga musim berturut-turut.
    Pendahulu Prandelli, Ayesteran, hanya memiliki sedikit pengalaman sebagai pelatih tim pertama di Israel dan Meksiko, sedangkan mantan bek timnas Inggris Gary Neville, yang dipecat pada Maret dengan hanya raihan tiga kemenangan di liga dari 16 pertandingan, belum pernah melatih klub senior sebelumnya.
    Meski mengawali masa kerjanya dengan bagus, Prandelli bersikap hati-hati ketika ditanyai apakah ia mampu memimpin timnya finis di empat besar.
    “Saat ini, saya hanya berpikir mengenai mengembangkan tim, memberikan mereka identitas, temperamen, dan kepribadian.”(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com