• Ponpes Tauhidil Muchlisin Gelar Syukuran Tahfidz Alquran

    0
    KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Dalam rangka gebyar tahun baru 1438 Hijriah, digelar tasyakuran Tahfidz Alquran dan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Tauhidil Muhclisin ke 10 Tahun di Desa Suka Pulih Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (14/10/2016).

    Acara tersebut hadir, KH Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) tokoh sentral dzikrul ghfilin Ploso Kediri Jawa Timur, Anggota DPD RI Hendri Zainuddin, Asisten IV Novi Herlambang, Asisten III setda OKI Masherdata Musai, Asisten II Heri Susanto, Camat Pedamaran Hercules dan jajaran lainnya serta Ketua DPD Partai Nasdem Provinsi Sumsel, H Syahrial Oesman didampingiKetua DPC Partai Nasdem H

    Acara dilanjutkan pemberian santunan terhadap anak yatim dan pemberian uang bagi penghapal Alquran oleh anggota DPD RI Hendri Zainuddin dan diikuti Pimpinan Ponpes Abah KH Yuris Palimbani. Kemudian dilanjutkan pelantikan pengurus anak cabang muslimat NU Pedamaran.

    Pimpinan Ponpes Tauhidil Muhclisin KH Yuris Palimbani SH mengatakan, dirinya bersama anak santri sangat bersyukur dengan kehadiran tamu-tamu Allah di pondok ilalang. Mengapa pondok ini kerap kali disebut pondok ilalang, menurut Abah dulunya bangunan pondok hanya berukuran sederhana yang terbuat dari kayu-kayu bekas dan beratapkan illang yang berbentuk segi empat.

    “Alhamdulillah atas berkat doa-doa anak santri dan dibantu doa pula oleh anak-anak yatim, pondok ini bisa tetap kokoh dan anak santri putra putri bisa belajar dengan baik untuk menghafal ayat-ayat suci alquran. Hari ini santriwan dan santriwati syukuran tahfidz alquran ada yang hafal 20 juzz dan ada yang hafal 30 juzz ini semua berkat anak-anak santri saling mendoakan,”  kata Abah yang dihari syukuran ini kedatangan tamu undangan hafis alquran dari Negeri Jiran Malaysia.

    Diungkapkan Abah Yuris, bekal untuk membina dan membesarkan anak santri di Pondok Pesantren yang tepatnya sudah 10 tahun berlalu ini, dirinya hanya berpegang dengan ATM Allah yang menurut Abah uang di ATM Allah tak pernah habis karena silih berganti hamba Allah memberikan bantuan untuk anak santri dan anak yatim di pondok ini.

    “Yang jelas, saya tidak bisa menggandakan uang, uang di ATM Bank bisa habis. Tapi ATM Allah tak pernah habis dan selalu terisi dengan car berdoa dan berusaha semaksimal mungkin,” ucap Abah seraya anak santri disini selain belajar mengaji juga banyak kegiatan lainnya seperti bela diri dan ternak ikan serta itik, bebek ternak hingga ribuan ekor.

    Asisten III Setda OKI Masherdata Musai mengucapkan selamat terhadap anak tahfidz alquran dan anak yatim agar ilmu yang didapat bisa berguna bagi orang tua dan masyarakat dan bangsa. “Selamat bagi santri tahfidz alquran,” ucap Masherdata yang kagum dengan kegigihan dan ketauladanan santri diponpes ini. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com