• POLRESTA Surakarta Ungkap Tiga Pelaku Pencurian Motor

    0

    Solo, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengungkap tiga pelaku pencurian sepeda motor di tiga tempat berbeda di Kota Solo pada operasi Sikat Jaran Candi yang digelar mulai 7 hingga 16 Agustus 2015.
    “Kami berhasil mengungkap tiga pelaku pencurian sepeda motor yang menjadi target operasi (TO), dan empat  unit kendaraan sebagai barang buktinya,” kata Kepala Polresta Surakarta Komes Polisi Ahmad Luthfi di sela acara ungkap kasus di Solo, Selasa.
    Menurut Kapolresta, tiga tersangka curanmor tersebut yakni Amanda Primantoko (22) warga Bulak Plumbon RT 02 RW 08 Mojolaban Sukoharjo; Tri Kusuma Bangun Wijaya (30) warga perum Lampo Batang Tengah RT 03/20 Mojosongo Jebres Solo; Tonnih Diyoko (33) warga Jalan Rinjani Dalam VI No.2 Mojosongo Jebres Solo.
    Selain itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti dari tangan tiga tersangka tersebut antara lain, sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi AD 8730 ZR, Yamaha Scorpio nopol AD 5045 XH, Kawasaki Ninja 250 cc warna merah nopol AD 6892 XH, dan Suzuki Smash nopol AD 2406 YH dari hasil kejahatannya.
    Tersangka Amanda Primantoko ditangkap petugas di kawasan  Sumber banjarsari Solo, Minggu (9/8) sekitar pukul 13.30 WIB, bersama barang buktinya sepeda motor Yamahan Scorpio.
    Menurut Kapolresta, dari hasil pemeriksaan tersangka Amanda mengaku pernah melakukan kejahatan yang sama sebanyak tujuh kali di kawasan Solo dan Karanganyar.
    Tersangka lainnta, Tri Kusuma Bangun Wijaya mengaku ditangkap petugas di  akwasan Tugu Lilin Pajang laweyan Solo, pada Senin (10/8) sekitar pukul 10.00 WIB.
    Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor kawasaki Ninja 250 cc  nopol AD 6892 XH warna merah dan Suzuki Samash nopol AD 2406 YH.
    “Tersangka Tonnih alias Botak ditangkap oleh petugas, di  Surabaya beberapa waktu lalu, sedangkan aksi pencurian di rumah kost Kampung Natu Barat RT 07/13 Nusukan Solo, tanggal 16 Juni 2015,” katanya.
    Ketiga tersangka kini sedang diperiksa untuk proses hukum dan dijerat dengan pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.
    Kapolresta mengatakan pihaknya dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2015, juga berhasil mengungkap tujuh kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan petugas berhasil mengamankan tujuh tersangka selama 10 hari operasi.
    Menurut dia, tujuh tersangka kasus curat di Kota Solo yakni Agus Susanto alias Geong (36) warga Sampangan RT 01/22 Semanggi pasar Kliwon Solo; Wegig Hananto (36) warga Sangkrah RT 05/15 Semanggi Solo; Tulus Widiarto (36) warga Semanggi RT 05/15 Semanggi Solo; Eko Saputro alias Kebo (35) warga Losari RT 05/03 Semanggi Solo, Fery Setiawan (20) warga Sangkrah RT 04/01 Pasar Kliwon Solo.
    Tersangka pencurian lainnya yakni Isa Anshori (20) warga Waringinrejo RT 06/18 Cemani Grogol Sukoharjo dan Rendra Duma Dwi Yanuar (20_ warga kademangan 1 RT/06/13 Cemani Grogol Sukoharjo.
    Tujuh tersangka tersebut kini diamankan di Markas Polresta Surakarta menjalani pemeriksaan untuk proses hukum  lebih lanjut. Mereka melakukan pencurian ada spesialis rumah kosong, dan dengan cara mencari kelengahan korbannya.
    “Kami melakukan kegiatan operasi Sikat Jaran Candi tahun ini, dilakukan hingga 25 Agustus mendatang, dengan mengutamakan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemberatan di wilayah hukumnya,” kata Kapolresta.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com