• Polres OKI Amankan Dua Tersangka Senpi Rakitan

    0
    warga-sukarela-serahkan-senpi-ke-petugas-perbatasan-ri-png-mvV9BqmQUCKAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Kepolisian resor Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), meringkus Dua tersangka kepemilikan senjata api (Senpi) rakitan jenis revolver yang dilengkapi dengan 3 butir amunisi aktif di kediaman masing-masing tersangka tanpa adanya perlawanan.

    Tersangka tersebut yakni, Rosidi (39) warga Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI dan Andi Lala (41) warga Desa Petaling, Kecamatan Tulung Selapan, OKI. Polisi menduga kedua tersangka ini tergabung dalam komplotan perampokan yang kerap terjadi di wilayah Bumi Bende Seguguk dan sekitar.

    Kapolres OKI AKBP, Amazona P SH SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Haris Munandar mengatakan, kepemilikan senpi dari kedua tersangka tersebut di dapat dari rekannya yang tinggal di OKU Timur, dengan harga yang berpariasi yakni‎ Rp 11 juta dan Rp 1,6 juta, dengan dilengkapi amunisi aktif.
    “Tersangka membeli senpi tersebut seharga Rp 11 juta dilengkapi dengan amunisi aktif. Sedangkan Andi membeli senpi dengan harga Rp 1,6 juta,” kata AKBP Amazona pada wartawan, Rabu (12/10/2016).

    Mengenai hukuman, dijelaskan Kasat Reskrim, kedua tersangka dijerat Undang-undang (UU) Darurat tentang kepemilikan senjata api ilegal. “Total untuk bulan ini termasuk serahan sudah ada 150 senpi yang kita amankan. Kita masih berharap agar ada kesadaran dari warga untukmenyerahkan senpi secara sukarela,” katanya.

    “Terungkapnya tersangka kepemilikan senpi ini atas kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pihak kepolisian. Karena sebelumnya kepolisian telah melakukan tindakan persuasif agar masyarakat menyerahkan senpi dan tidak akan dilakukan penindakan secara hukum,” tutur AKP Haris.

    Tersangka Rosidi mengakui senjata api miliknya dibeli dari OKU Timur. “Senjata itu hanya saya gunakan untuk bela diri pak dan tidak saya gunakan untuk kejahatan,” kata Rosidi yang menyesali perbuatannya yang memegang senpi ilegal tersebut, sambil menuturkan saya sadari pak, memang sudah ada himbauan dari kepolisian bagi yang memiliki senpi segera diserahkan ke kantor polisi,” tutur Rosidi.

    Senada dikatakan Andi, baru 3 bulan terakhir menyimpan senpi. “Saya ini pedagang pak dan senpi itu saya gunakan untuk menjaga diri di dalam perjalanan. Maklum musim sekarang pendapat kurang maksimal sehingga dirinya harus berhati-hati menjaga diri,” ujar Andi yang takmengira kalau senpi yang dibelinya dengan harga Rp 1,6 juta itu bakal membawanya kepenjara. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com