• POLDA Amankan Polisi Lindungi Pembalakan Cagar Biosfer      

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Kepolisian Daerah Riau mengamankan seorang oknum polisi dari Kepolisian Resor Bengkalis yang diduga melindungi aktivitas pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam-Siak Kecil.
    “Sedang diproses, dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” kata Kapolda Riau Brigadir Jenderal Zulkarnain kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
    Ia menjelaskan oknum polisi yang kini diproses tersebut merupakan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.
    Menurutnya, oknum yang diduga membekingi aktivitas pembalakan liar di Cagar Biosfer itu diamankan pada akhir pekan lalu setelah tim gabungan TNI, Polri, BKSDA dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Seksi Wilayah II Sumatera menggelar operasi terpadu.
    Hasil dari operasi itu memang tidak ditemukan adanya cukong maupun perambah hutan, namun ia menduga bahwa Bhabinkamtibmas yang diamankan itu sengaja melakukan pembiaran sehingga aktivitas pembalakan liar terus terjadi.
    “Kalau ada pembiaran, saya yakin pasti ada sesuatu di sana. Ancaman saya cukup jelas. Jika terbukti kita copot yang bersangkutan,” ujarnya.
    Selain seorang oknum Polisi, informasi yang diperoleh Antara, juga terdapat empat oknum TNI yang turut diamankan. Mereka diduga kuat sebagai beking pembalakan liar di hutan lindung Cagar Biosfer.
    Pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis dalam sepekan terakhir terus mencuat setelah warga terusik dengan tindakan para cukong dan perambah hutan.
    Kapolda mengatakan Jumat akhir pekan lalu petugas gabungan melakukan operasi terpadu di kawasan itu. Hasilnya ditemukan tumpukan kayu sebanyak 150 kubik yang ditinggalkan para perambah dan cukong. Di kawasan itu, petugas juga menemukan kanal yang memanjang menuju langsung areal caga biosfer. Kanal itulah yang digunakan para cukong dan perambah mengangkut kayu dari hutan.
    Tidak dipungkiri aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan konservasi di Riau masih cukup marak. Padahal, aksi para perambah tidak bertanggung jawab itu jelas melanggar undang-undang dengan ancaman hukuman yang tinggi.
    Tidak hanya di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, namun juga di hutan lindung lain seperti Taman Nasional Tesso Nilo, Bukit Suligi dan lainnya. Ini yang menjadi pekerjaan rumah Negara guna memerangi perambah hutan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com