• Pimpinan Parpol: Jangan Ada Intimidasi Pada Pilkada

    0

         Tapaktuan, Aceh, jurnalsumatra.com – Pimpinan partai politik di Kabupaten Aceh Selatan meminta kepada pihak pengawas dan kepolisian  meningkatkan pengawasan agar Pilkada Gubernur dan Wakil Gebernur Aceh 2017 berlangsung jujur dan adil bebas dari ancaman dan intimidasi.
    Ketua Partai NasDem Aceh Selatan, Irfanullah di Tapaktuan, Jumat menyatakan, berdasarkan keterangan dan informasi yang dihimpun dari masyaakat, pihaknya telah menangkap adanya potensi ancaman gangguan keamanan dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.
    “Kami telah menangkap masih adanya upaya intimidasi dan pengancaman yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap masyarakat. Karena itu, untuk menjamin pelaksanaan pesta demokrasi di Aceh berlangsung jujur dan adil dibawah kondisi keamanan yang kondusif, kami meminta kepada pihak aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan di tengah-tengah masyarakat,” kata Irfanullah.
    Disamping meminta peningkatan pengamanan dari aparat kepolisian, Irfanullah juga meminta kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panwaslih agar bersikap professional dalam menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut, sehingga dengan demikian dapat menekan atau meminimalisir kemungkinan terjadinya potensi konflik di tengah-tengah masyarakat.
    “Salah satunya terkait keberadaan baliho dan spanduk kandidat tertentu yang dipasang bertebaran di pelosok-pelosok kota dan desa dalam wilayah Aceh Selatan,” ujar dia.
    Jika nantinya sudah masuk waktu tertentu dimana sesuai aturan seharusnya tidak boleh ada lagi, maka pihak penyelenggara dan Panwaslih jangan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas di lapangan, katanya.

         Sementara, Ketua Partai Golkar Aceh Selatan T Mudasir meminta kepada pihak penyelenggara pemilu di daerah itu agar meningkatkan langkah sosialisasi terkait pelaksanaan Pilkada baik kepada partai politik maupun masyarakat luas.
    Sebab, lanjut Mudasir, berdasarkan pantauan dan amatan pihaknya selama ini langkah sosialisasi sesuai tahapan Pilkada masih belum maksimal dilaksanakan oleh pihak penyelenggara pemilu sehingga mengakibatkan banyak masyarakat dan partai politik bahkan para kandidat itu sendiri yang belum memahami secara jelas mengenai aturan atau mekanisme penyelenggaraan Pilkada di Provinsi Aceh yang notabenenya memiliki kekhususan atau perbedaan dengan daerah lain di Indonesia.
    “Jadi kami meminta kepada pihak penyelenggara agar ke depannya lebih meningkatkan lagi langkah sosialisasi di tengah-tengah masyarakat, apalagi pada tahun 2018 mendatang Kabupaten Aceh Selatan akan berlangsung pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” pintanya.
    Meskipun demikian, T Mudasir mengapresiasi langkah pihak KIP Aceh Selatan yang telah menggelar Coffee Morning dengan para pimpinan partai politik dengan dihadiri langsung pejabat Forkopimda serta Panwaslih yang bertujuan menghimpun dan berbagi informasi terkait perkembangan pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017.
    “Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada KIP Aceh Selatan. Namun kami berharap langkah seperti ini lebih sering lagi diadakan ke depannya bila perlu satu minggu atau satu bulan sekali. Sebab dengan kegiatan seperti ini kita dapat saling tukar informasi dan memecahkan berbagai persoalan dilapangan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pilkada secara jujur dan adil,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com