• Persedian Pupuk Bersubsidi Di Lebak Cukup

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Persedian pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak, Banten relatif aman dan mencukupi untuk mendukung program swasembada pangan di daerah setempat.
    “Kami menjamin stok pupuk bersubsidi tidak ada masalah dan mencukupi kebutuhan indeks pertanaman (IP) tanaman pangan, hortikultura dan palawija,” kata  Kasi Sarana Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Nana Mulyana di Lebak, Senin.
    Selama ini penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan baik di tingkat distributor dan agen resmi yang ditunjuk pemerintah daerah.
    Diperkirakan penyerapan pupuk itu sampai Oktober 2016 sekitar 70 persen dari kuota 30.432 ton antara lain urea sebanyak 13.726 ton, SP36 5.756 ton, ZA 153 ton, NPK 8.324 ton dan organik 2.437 ton.
    “Kami optimsitis kuota sebanyak itu dipastikan pasokan pupuk bersubsidi relatif aman dan mencukupinya,” ujarnya.
    Menurut dia, selama ini stok pupuk melimpah karena sebagian besar petani di Lebak menggunakan pupuk organik yang terbuat dari kotoran ternak maupun jerami sampah untuk dijadikan kompos.
    Penggunaan pupuk organik selain tidak merusak tanah pertanian, juga dapat mendongkrak produksi pangan.
    Selain itu, juga ramah lingkungan dan biaya relatif murah dibandingkan pupuk kimia.

         Pemerintah daerah mendorong petani agar mengembangkan pupuk organik guna meningkatkan pendapatan ekonomi.
    “Kami terus mengoptimalkan pelatihan-pelatihan agar petani mampu memproduksi pupuk organik,” katanya.
    Ia menyebutkan, selama ini petani sudah tidak ditemukan lagi adanya kelangkaan pupuk bersubsidi baik di tingkat distributor maupun agen resmi.
    Sebab, pasokan pupuk tersebut berjalan lancar,terlebih pengawasannya melibatkan anggota TNI.
    Selain itu juga penyaluran pupuk diterapkan dengan sistem realokasi di tingkat kecamatan sehingga persedian pupuk bersubsidi melimpah.
    “Kami yakin produksi pangan tahun 2016 melimpah dan surplus karena pasokan pupuk bersubsidi memcukupinya,” katanya.
    Ia menambahkan, saat ini petani Lebak pada musim tanam kedua Oktober-November 2016 sudah melaksanakan sekitar  52.670 hektare di 28 kecamatan.
    Selama ini, petani di Lebak rata-rata setahun hanya dua kali musim panen karena sawah tadah hujan itu.
    “Kami berharap pemerintah membangun saluran irigasi untuk meningkatkan program ketahanan pangan,” jelasnya.
    Ujang (45) petani Kolelet Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya mudah memperoleh pupuk bersubsidi di tingkat pengecer dan tidak terjadi kelangkaan seperti tiga tahun lalu.
    Pasokan pupuk subsidi berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan permintaan petani.
    “Kami tidak kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi karena petani sebagian menggunakan pupuk organik,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com