• Pengadilan JAKSEL Gelar Sidang Lanjutan Praperadilan OCK

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan praperadilan yang diajukan oleh tersangka kasus dugaan penyuapan hakim PTUN Medan (Sumatera Utara) Otto Cornelis Kaligisn (OCK).
    Dalam sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa pukul 10.00 WIB tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut hadir dengan membawa sejumlah kuasa hukumnya.
    Sidang tersebut merupakan lanjutan dari praperadilan perdana yang telah dilaksanakan pada Senin (10/8) pekan lalu akibat tidak hadirnya KPK.
    Melalui Hakim Ketua Suprapto, dijelaskan bahwa penundaan tersebut terjadi akibat tidak hadirnya pihak termohon atau KPK dalam sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/8), pukul 11.00 WIB itu.
    Hakim tunggal tersebut juga menjelaskan, pihak KPK telah mengajukan surat penundaan sidang untuk mempersiapkan bukti-bukti, saksi, dan surat-surat administrasi lainnya hingga dua minggu ke depan.
    “Pengadilan akan ambil sikap, tidak mengikuti maunya KPK atau pemohon. Kita akan tunda satu minggu. Apabila tidak hadir dalam sidang selanjutnya, pemohon langsung ajukan bukti surat maupun saksi,” tukas Hakim Ketua Suprapto.
    Hakim Ketua Suprapto menjelaskan bahwa memang tidak ada keharusan bagi pihak termohon untuk hadir dalam sidang, namun pihaknya akan memastikan pemanggilan akan terus dilakukan secara benar.
    Pengajuan permohonan praperadilan oleh tersangka yang berprofesi sebagai pengacara tersebut telah terdaftar dengan Nomor Perkara 72/Pid.Prap/2015/PN.JKT.SEL dan Nomor SK 368/SK/HKM/VII/2015.
    KPK resmi menahan OCK pada 14 Juli 2015 terkait kasus dugaan tindakan pidana korupsi di PTUN Medan, Sumatera Utara, setelah dilakukan penjemputan paksa di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
    Penahanan tersebut dilakukan KPK usai melakukan pemeriksaan terhadap OCK selama kurang lebih lima jam sejak pukul 15.50 WIB hingga pukul 21.00 WIB, dan selanjutnya KPK membawa OCK ke Rutan KPK cabang Pomdam Guntur, Jakarta.
    Penahanan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di kantor OCK dan menemukan petunjuk yang mengarah pada keterlibatan pengacara tersebut pada kasus di PTUN Medan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com