• PEMKOT Targetkan Pengerjaan Drainase Selesai Akhir November      

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menargetkan pengerjaan pembangunan drainase di daerah itu khususnya di Jalan Gajah Mada dapat selesai pada akhir November 2016.
    “Sebenarnya pembangunan drainase itu ialah mulai 1 Juni hingga 27 Desember, namun saat ini sudah selesai 66 persen dan diperkirakan selesai akhir November,” kata Pejabat Penanggung Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, Nico Lesmana di Padang, Sabtu.
    Ia menjelaskan pembangunan yang dilakukan di Jalan Gajah Mada oleh PT Ruhul Fateya Contractor itu ialah sepanjang sekitar 725 meter dengan ukuran 1,2×1,5 meter.
    “Yakni mulai dari Citra Swalayan di Jalan Gajah Mada hingga Simpang Institut Teknologi Padang (ITP),” ujarnya.
    Namun, ia mengakui panjangnya pengerjaan drainase tersebut memang berimbas pada penutupan jalan termasuk di Simpang tinju sehingga pengendara harus melewati jalan-jalan alternatif.
    Menurutnya, jika hanya sebagian badan jalan saja yang ditutup, maka akan memperparah keadaan termasuk memicu terjadinya kemacetan di kawasan itu.
    Apalagi, katanya, penutupan jalan yang dilakukan seperti di Simpang Tinju sudah dengan koordinasi pihak terkait yakni kepolisian.
    “Kami terus berusaha pengerjaan drainase segera selesai, jadi minggu ketiga November jalan di Simpang Tinju bisa kembali diakses masyarakat,” katanya.
    Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Osman Ayub menegaskan pemerintah setempat terus mengawasi pembangunan drainase di kawasan Jalan Gajah Mada itu, termasuk di tingkat kecamatan.
    “Hal ini penting. Agar jika pengerjaan sempat terhenti, dapat diawasi dan diketahui kendalanya,” ujarnya.
    Menurutnya, masih ada kelalaian dalam pengerjaan drainase di lokasi tersebut sebab membuat jalan putus termasuk di Simpang Tinju, sedangkan kondisi jalan alternatif juga rusak dan tidak memadai.
    Apalagi kondisi saat ini membuat masyarakat teraniaya termasuk dari sisi perekonomian khususnya dari Jalan Gajah Mada menuju Lapai.
    Ia menambahkan seharusnya dengan kondisi jalan yang sudah sekitar satu bulan diperbaiki atau dibangun drainase tersebut, seharusnya disediakan jalan alternatif yang benar-benar memadai untuk menjadi akses masyarakat.
    Menurutnya, kenyataan di lapangan ialah jalan diperbaiki, kemudian kondisi jalur alternatif rusak karena beban beberapa kendaraan yang melalui tidak sepadan. Padahal seharusnya aspirasi masyarakat diakomodasi secepatnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com