• Pemkot Surakarta Bangun Dua Jembatan Layang

    0

         Solo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, membangun dua jembatan layang secara bertahap mulai 2017 di persimpangan sebidang Manahan dan Purwosari guna melancarkan arus lalu lintas di kawasan itu.
    Wali Kota Surakarta F.X. Rudy Hadiatmo di Solo, Senin, mengatakan pembangunan yang pertama di simpang empat Mahanan dan jika telah selesai dilanjutkan di Purwosari.
    “Ya kemarin sudah dapat kepastian akan membangun ‘fly over’ di samping Hotel Agas (Persimpangan sebidang Manahan, red.). Sebenarnya bukan hanya di sana, tapi sekaligus di Purwosari. Hanya saja untuk pelaksanaannya yang di Manahan dulu,” katanya.
    Ia menjelaskan tentang alasan pembangunan jembatan layang di persimpangan sebidang Manahan didahulukan karena dianggap lebih mendesak.
    Lagi pula, katanya, untuk anggarannya, pemkot siap berbagi dengan pemerintah pusat.
    “Hanya saja belum bisa memberikan kepastian berapa jumlah yang akan dianggarkan pemkot. Sebab kami perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu untuk realisasi pembangunan,” katanya.

         Dia mengatakan desain pembangunan jembatan layang di persimpangan sebidang Manahan akan dibuat dan diselesaikan tahun ini.
    “Barulah di tahun depan realisasi pembangunan bisa segera dilaksanakan, sedangkan untuk persimpangan sebidang Purwosari, nantinya anggaran pembangunan akan langsung digelontorkan dari pemerintah pusat,” katanya.
    Ia mengatakan dana pembangunan jembatan layang di Manahan dari Pemkot Surakarta dan pemerintah pusat, sedangkan di Purwosari dari pemerintah pusat.
    Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy itu, menargetkan pembangunan selesai dalam waktu enam bulan dengan menggunakan teknologi terbaik.
    Pemkot Surakarta dalam waktu dekat melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait dengan proyek tersebut, kepada masyarakat sekitar.
    Rudy memperkirakan pembangunan itu tidak memerlukan pembebasan lahan warga, sebab lahan di kanan dan kiri calon jembatan layang masih bisa digunakan.
    Hanya saja, katanya, hal yang perlu dikhawatirkan terkait dengan pagar di depan Hotel Agas, sebab jaraknya terlalu dekat. Pihaknya akan melakukan pengukuran terlebih dahulu lahan tersebut.
    “Ya kita berharap pembangunan ini bisa mengurai kemacetan, apalagi yang ada di Manahan, nanti jalan yang ada di sekitarnya seperti Jalan Hasanudin itu bisa hidup,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com