• Pemerintah Susun Kebijakan Satu Peta Sektor Sawit

    0

    Palembang ,jurnalsumatra.com – Pemerintah menyusun kebijakan satu peta untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit mengingat semakin beratnya tantangan di pasar global.

    Deputi Agro Kementerian Perekonomian Wilistra Danny di Palembang, Selasa, mengatakan kebijakan satu peta ini akan dijadikan dasar dalam penetapan regulasi karena menggunakan data yang sama.

    “Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya karena data bersumber dari instansi yang berbeda-beda. Rencananya one map policy ini akan digunakan dalam pembuatan standar operasional prosedur pencegahan karhutla,” kata dia.

    Kebijakan satu peta ini sangat penting karena sawit dalam dua dekade ini menjadi komoditas strategis nasional dengan berhasil menunjang pembangunan Indonesia.

    Saat ini sektor perkebunan sawit telah berkembang yakni bukan hanya sebatas memproduksi bahan mentah berupa cpo tapi juga membuat sejumlah produk turunan.

    Tandan buah segar (tbs) kosong yang selama ini terbuang percuma kini bisa dijadikan bahan baku pembuatan plastik, produk bio energi.

    Negara pun mendorong pemanfaatan limbah tbs ini dengan mengandeng organisasi hibah asal Jepang JICA.

    “Begitu banyak potensi yang ada sehingga perlu ada suatu kesamaan dalam visi dan misi yakni bagaimana produksi meningkat dengan tidak mengesampingkan keberlangsungan lingkungan,” kata dia.

    Untuk itu, bidang perkebunan sawit ini harus dikelola dengan baik, apalagi telah menyumbang ekspor senilai 17 miliar dolar atau setara dengan Rp228 triliun pada 2015 dan diperkirakan pada 2016 akan melebihi kontribusi minyak dan gas bumi.

    Indonesia sendiri menjadi negara pengekspor sawit terbesar di dunia dengan serapan 53 persen kebutuhan dunia tidak boleh abai dengan perbaikan di sektor ini.

    Menurutnya, hal ini sangat penting karena ditengah keberhasilan tersebut, terdapat tiga tantangan yang harus dihadapi yakni membuktikan bahwa minyak sawit itu produk sehat, menyangkal anggapan bahwa perkebunan sawit menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan penurunan keberagaman hayati, serta kebakaran hutan dan pemanasan global.

    “Malah perkebunan sawit ini harus dikenal sebagai pembuat cadangan karbon bagi dunia karena luasnya hamparan,” kata dia.

    Produksi minyak sawit Indonesia mencapai 31 juta ton per tahun dengan 20 juta ton diantaranya diekspor ke pasar internasional.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com