• Pekan Budaya Kampus Memberikan Ruang Bagi Anak Muda

    0

    pekan-budaya-kampusYogyakarta, jurnalsumatra.com – Pekan Budaya Masuk Kampus (PBMK) harus memberikan ruang bagi anak muda. Dengan melibatkan anak muda ini, maka PBMK memberikan ruang untuk berekspresi, terutama bagi anak muda yang belum mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan bakat.

    Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DIY,  KGPAA Pakualam IX, kepada panitia PBMK saat memberikan arahan di Kantor Wakil Gubernur Komplek Kepatihan DIY, beberapa waktu lalu.

    Kegiatan ini, menurut Pakualam IX, perlu diperhatikan bagaimana memberi ruang kepada anak muda yang masih belum ada saluran yang menarik untuk mereka. Dengan memberikan ruang ini, akan membentuk karakter secara langsung kepada anak-anak muda. “Namun tentunya harus sesuai dengan standar dan passion yang dimiliki,” jelas Pakualam IX yang memberi apresiasi atas gagasan PBMK yang melibatkan mahasiswa di Yogyakarta.

    Banyak anak muda saat ini yang bingung menyalurkan bakatnya. Kegiatan semacam ini harus memberikan ruang kepada anak muda, terutama bagi mereka yang belum terkenal. Terkait kegiatan PBMK yang dilaksanakan pada 11-14 Oktober 2016 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menurut ketua pelaksana, Puji Qomariyah, S.Sos, M.Si, mengajak mahasiswa di Yogyakarta yang berkegiatan teater dan seni pertunjukan. “Hal itu untuk melakukan sebuah kegiatan donasi budaya melalui kampus sebagai salah satu pusat terjadinya transformasi ilmu pengetahuan,” kata Puji Qomariyah, Rabu (12/10/2016).

    Menurut Puji, pada zaman sekarang anak muda lebih banyak menguasai hardskill daripada softskill. Hardskill sangat luar biasa, namun softskill sangat kering. Keringnya softskill ini juga akibat dari kerusakan sistematis pada orangtuanya, yang lebih banyak menekankan pada keahlian akademik daripada bakat yang dimiliki anak.

    Kegiatan PBMK dengan tema “Among Budaya Among” dan subtema “Diaspora Orchestra” yang melibatkan 65 kelompok kesenian dengan 1.000 orang pementas, mulai dari anak-anak hingga dewasa, memberikan manfaat kepada pementas maupun penonton yang hadir. Juga mencerdaskan audiensi, seperti bagaimana bertindak sopan saat acara berlangsung.

    PBMK 2016 ini mementaskan seni pertunjukkan, tari, sendratari, dan festival dolanan anak. Selain itu juga ada panggung musik nusantara yang diisi musik etnik nusantara. Dengan keterlibatan banyak pihak, diharapkan bisa menumbuhkan semangat gumregah, sawiji, greget, sengguh. Ora mingkuh dalam menumbuhkembangkan budaya konstruktif melalui dialog multi arah di wilayah Yogyakarta dan Indonesia pada lingkup lebih luas. (affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com