• Pegiat Sungai Harapkan Sleman Perbanyak RTH      

    0

    Sleman, jurnalsumatra.com – Relawan pegiat sungai berharap Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperbanyak jumlah ruang terbuka hijau, terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai.
    “Penambahan ruang terbuka hijau di kawasan sepadan sungai ini upaya bisa tetap menjaga dari ancaman pembangunan yang tidak sesuai,” kata pegiat sungai dari Forum Koordinasi Winongo Asri (FKWA) Sukarmin, di Sleman, Sabtu.
    Menurut dia, salah satu program yang cukup efektif untuk menjaga wilayah sungai berupa pembuatan RTH di sekitarnya.
    “Sudah ada beberapa RTH di sekitar Sungai Winongo yang masuk wilayah Kabupaten Sleman. Tapi kalau di wilayah Kota Yogyakarta tiap titik sudah ada,” tuturnya.
    Ia mengatakan, RTH yang dibuat masyarakat, pegiat, dan pemerintah ini dirasanya bisa cukup efektif menekan pemanfaatan lahan bantaran untuk pembangunan fisik.
    “Jika tidak ada, pasti sudah banyak pengembang memilih beli tanah di bantaran sungai. Pengembang memanfaatkan untuk mendirikan perumahan di bantaran, karena harga yang lebih murah,” ucapnya.
    Sukarmin mengatakan, para pengembang biasanya juga jarang memikirkan keasrian lingkungan sekitarnya.
    “Mereka biasanya tidak membuatkan sumur resapan, termasuk semua limbah langsung masuk ke sungai,” ujarnya.
    Ia mengatakan, semakin banyaknya RTH maka keberadaan sungai akan tetap terjaga. Untuk mengantisipasi ancaman bencana akibat penyempitan, maupun sebagai penyimpan mata air.
    “Sementara ini baru RTH dan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat, agar tetap menjaga sungai,” tambahnya.
    Berbeda di aliran Winongo, untuk Sungai Opak dan Gendol di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman digunakan untuk pembuatan budi daya ikan air tawar. Lahan-lahan marjinal yang berdekatan dengan kedua sungai itu, bisa dimanfaatkan lebih bernilai ekonomis.
    “Kami gunakan lahan marjinal yang sudah sulit terpakai. Jadi memanfaatkan air sungainya juga untuk budi dayanya. Masyarakat bisa lebih untung,” kata pengelola budi daya ikan di Dusun Bokesan, Ngemplak Saptono.
    Menurut dia, ketika musim kemarau, budi daya ikan bisa memanfaatkan sampai ke aliran sungai.
    “Pembuatan kolam-kolam kecil, dengan metode khusus dilakukan agar ikan tetap aman, selain itu juga tidak lupa melakukan penanaman pohon-pohon yang bisa sebagai penyimpan air,” imbuhnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com