• Menteri Yohana Minta Perempuan Indonesia Terus Berkarya

    0

        Halmahera Barat, Maluku Utara, jurnalsumatra.com – Menteri Pemberdayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise meminta para ibu rumah tangga untuk tidak ragu untuk berkarya dengan bekerja.
    “Perempuan Indonesia harus bangkit! Bapak-bapak harus memuliakan perempuan, lindungi, jaga mereka. Beri mereka kesempatan (berkarya),” kata Menteri Yohana, di Jailolo, Malut, Sabtu.
    Menurut Menteri Yohana, perempuan Indonesia yang telah berumah tangga masih ada yang dilarang suaminya untuk bekerja padahal kondisi keuangan keluarga pun masih kekurangan.
    Budaya dalam rumah tangga ini diminta untuk diubah agar perempuan dapat bekerja sehingga bisa mandiri dan sejajar dengan pria.
    Upaya untuk menyetarakan gender tertuang dalam program Three Ends.
    Tiga program yang masuk dalam Three Ends adalah mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.
    Dalam pencanangan program Three Ends di Jailolo, Menteri Yohana Yembise berkesempatan mengunjungi tiga desa yakni Desa Loce, Desa Akelamo dan Desa Teden.
    “Ini (Jailolo) akan jadi role model untuk daerah-daerah di seluruh Indonesia,” kata Yohana.
    Sementara Pemerintah Daerah Halmahera Barat menyambut baik program Three Ends yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara.

         “Kami dukung sekali program yang dicanangkan di Jailolo,” kata Bupati Halmahera Barat Dany Missy.
    Bupati Danny pun mengajak warga untuk menghentikan aksi kekerasan dalam rumah tangga.
    “Yang masih suka pukul-pukul istri, stop! Kades (kepala desa) imbau ke seluruh keluarga, baku marah biasa tapi jangan sampai tangan pukul istri,” katanya.
    Untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, telah dibentuk satgas pemberdayaan perempuan dan anak.
    Menurut dia, di Kabupaten Halmahera Barat yang terdiri atas 172 desa, telah ditetapkan dua orang satgas di masing-masing desa.
    “Ada 340 orang satgas,” katanya.
    Selain satgas, juga dipilih beberapa orang untuk menjadi aktivis antikekerasan. Saat ini telah terpilih 20 orang aktivis antikekerasan yang berasal dari dua desa di Jailolo yakni Desa Guaemaadu dan Desa Gamtala.
    Dua desa tersebut merupakan desa ramah anak yang dijadikan sebagai desa percontohan tingkat nasional.
    Jelajah Three Ends ini dimulai di Jailolo dan merupakan kota pertama dari rangkaian tiga kota yang telah dipilih untuk menjadi kabupaten dankota percontohan dalam mengedukasi masyarakat mengenai perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak.
    Sementara sosialisasi program Three Ends berikutnya akan dilaksanakan di Kota Belitung pada 11-12 November dan Kota Bandung pada 18-19 November 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com