• Menhub Apresiasi Moda Transportasi Terintegrasi Palembang

    0

    menhb-dan-wako-palembangPalembang, jurnalsumatra.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (RI), Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang. Kedatangan kedatangnya untuk meninjau pembangunan infrastruktur di Sumsel khususnya Palembang dalam menghadapi Asian Games pada 2018 mendatang.

    Selain meninjau pembangunan infrastruktur seperti Light Rail Transit (LRT), Budi juga meninjau  kesiapan kota Palembang untuk mengembangkan moda transportasi yang terintegrasi dari darat ke sungai. Dengan menggunakan Kapal Sebentar Alam dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), Budi Karya Sumadi di dampingi Walikota Palembang Harnojoyo dan jajaran Pemerintah Kota Palembang berkeliling Sungai Musi sekalian meninjau Halte Integrasi yang berada di samping Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati.

    Budi mengatakan konsep pengembangan moda transportasi di Sumsel khususnya Palembang yang ingin adanya integrasi dari darat ke sungai sangat diapresiasi pihaknya. Ditengah kondisi Kota Palembang kedepannya dengan kemacetan yang sudah mulai merambah konsep moda transportasi terintegrasi sangat bagus untuk dikembangkan.

    “Palembang sudah miliki moda transportasi yang lengkap mulai dari LRT, Bus Transmusi dengan haltenya, bus air dan kereta api,” katanya disela-sela peninjauan halte integrasi di Stasiun KA Kertapati, Sabtu (15/10).

    Dengan moda transportasi yang sudah dimiliki Palembang saat ini, sangat baik untuk mengembangkan moda transportasi yang terintegrasi. Pasalnya selain akan memudahkan masyarakat dari Palembang maupun dari luar Palembang juga sebagai pemecah kemacetan di tengah-tengah kota.

    “Nanti kita lihat ada bus air, bus air itu akan terkoneksi dengan namanya Kertapati, Kertapati ini adalah kereta api, nanti bisa dibayangkan sesorang yang di Lubuklinggau dari Bandara dia turun dari LRT terus turun di Dermaga pakai bus air langsung ke kereta api, langsung bisa ke daerah tujuan di luar Palembang. Atau sebaliknya langsung ke bandara, ini namanya konektivitas,” terangnya.

    Ia pun mengatakan proyek ini bisa menjadi suatu model bagaimana suatu kota mendahulukan infrastruktur agar perkembangan kota bisa dikontrol.

    “Ini proyek strategis Palembang tapi sekaligus model untuk seluruh kota di Indonesia yang memiliki jalur sungai seperti di wilayah Kalimantan,” lanjutnya.

    Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan Palembang akan mengupayakan penambahan bus air untuk menunjang moda transfortasi air. “Saat ini kita baru memiliki 4 bus air yang dikelola dan dimiliki oleh Dishub,” ungkap dia

    Diakuinya, kapasitas bus air ini masih sangat minim sehingga memang harus ditingkatkan lagi.Satu bus air saat ini hanya muat atau dapat diisi sekitar 30 orang.

    “Kita akan upayakan untuk penambahan bus air dengan kapasitas bisa mencapai 150 orang,” ungkapnya.

    Upaya penambahan akan diusahakan pihaknya dari bantuan berbagai pihak dan juga termasuk dari kementrian perhubungan. Selama ini, bus air banyak dipakai untuk kegiatan pariwisata namun banyak juga dimanfaatkan masyarakat umum.

    Harno menilai transfortasi ini akan diminati karena bakal mengurai kemacetan.Karena itu, lanjut dia sesuai arahan Menteri perhubungan yang mengatakan Palembang dapat menjadi contoh moda transfortasi yang terintegritas pihaknya pun akan terus mengembangkan ini. “Saat ini kita ada empat halte terintegrasi yang menyambung dari darat ke sungai dan sebaliknya,”tegas dia.

    Ia mengatakan empat dermaga yang dimiliki saat ini yakni dermaga point BKB, Jakabaring, Kertapati dan 32 ilir.

    “Kedepan halte terintegrasi ini akan kita perbanyak.Sehingga saat masyarakat naik melalui moda transfortasi air dan singgah ke dermaga yang langsung terintegrasi ke halte bus transmusi,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com