• Mabes BKO-Kan 100 Brimob Ke Aceh Selatan

    0

         Tapaktuan, Aceh, jurnalsumatra.com – Mabes Polri akan mengirimkan 100 orang pasukan Brigade Mobil dari Polda Bengkulu ke Kabupaten Aceh Selatan menghadapi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017.
    “Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pilkada, selain akan menerjunkan sekitar 1/3 kekuatan personil organik, kita juga akan menerima 100 personil Brimob dari Polda Bengkulu,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat.
    Selain itu, lanjut Achmadi, pihaknya juga akan dibantu oleh 20 orang pasukan Brimob Datasemen C Kompi Brimob Trumon. Namun pasukan Brimob dari Trumon, Aceh Selatan tersebut khusus diperuntukkan pengamanan objek vital Kantor KIP beserta seluruh komisionernya.
    “Artinya, sebanyak 20 orang pasukan Brimob dari Trumon tersebut khusus ditempatkan untuk menunjang kelancaran operasional KIP Aceh Selatan sehingga pihak penyelenggara pemilu tersebut dapat bekerja dengan aman terbebas dari tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu,” tegasnya.
    Saat ditanya apakah menjelang pelaksanaan Pilkada ada potensi gangguan keamanan, Kapolres Achmadi memastikan bahwa sejauh ini kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di daerah itu dalam keadaan kondusif tanpa ada gangguan yang berarti.
    “Belum ada gangguan keamanan, seluruh wilayah dalam Kabupaten Aceh Selatan kami nilai kondusif semuanya, sehingga tidak ada pemetaan zona hitam maupun zona merah semuanya zona putih, sebab Kamtibmas kita sangat kondusif,” tegas Achmadi.
    Ia meminta kepada pihak manapun yang merasa ada intimidasi serta ancaman supaya segera melapor kepada pihaknya.

         Menurut Kapolres, untuk mempertahankan kondisi Kamtimbas yang sangat kondusif tersebut, pihak Polres setempat terus menggencarkan patroli rutin ke seluruh wilayah perkampungan penduduk di daerah itu.
    “Untuk menciptakan rasa aman di tengah-tengah masyarakat, seluruh personil Babinkamtibmas Polres dibantu pihak Polsek di seluruh Aceh Selatan selalu rutin menggelar patroli setiap malam. Mereka keluar masuk perkampungan penduduk setiap malamnya, kadang-kadang tidak jarang juga mereka menggelar kopi bareng bersama masyarakat di pelosok-pelosok desa untuk menghimpun informasi,” ungkapnya.
    Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan, Safli Alian menjelaskan proses pengawasan pelaksanaan Pilkada serentak kali ini sangat jauh berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya.
    Sebab, kata dia, proses pengawasan Pilkada serentak tahun 2017 selain melibatkan 260 orang petugas pengawasan lapangan (PPL) juga melibatkan 447 petugas pengawasan tempat pemungutan suara (TPS).
    “Jika terhadap petugas PPL ditempatkan satu orang di masing-masing desa seluruh Aceh Selatan, maka petugas pengawas TPS akan ditempatkan satu orang di masing-masing TPS yang berjumlah 447 TPS seluruh Aceh Selatan,” katanya.
    Namun, kata Safli, proses perekrutan petugas pengawas PPS dimaksud berbeda dengan proses perekrutan petugas PPL, sebab jika proses perekrutan petugas PPL telah selesai dilaksanakan hanya tinggal menunggu dilantik, sementara proses perekrutan petugas pengawas TPS baru akan dilaksanakan satu bulan menjelang berlangsungnya hari “H” pemungutan suara.
    “Sehingga dengan demikian, kami yakin pelaksanaan Pilkada tahun 2017 akan mampu diawasi secara lebih maksimal lagi dibanding pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Sebab disamping akan diawasi secara langsung oleh petugas PPL dan Petugas pengawas TPS dimaksud, di masing-masing TPS nantinya juga akan ditempatkan petugas kepolisian dari Polres Aceh Selatan dan pasukan Brimob,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com