• LP Padang Tingkatkan Program Kemandirian Warga Binaan

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Muaro Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus meningkatkan program kemandirian dan kepribadian untuk warga binaan yang sedang mejalani masa hukuman di LP tersebut.
    “Kami terus berusaha memberikan yang terbaik pada seluruh warga binaan, baik itu dengan program kemandirian maupun program kepribadian,” kata Kasi Binaan Napi dan Anak Didik (Binadik) LP Kelas II A Muaro Padang, Darwan di Padang, Senin.
    Ia mengatakan untuk program kemandirian, dikhususkan pada peningkatan keterampilan sehingga warga binaan nantinya dapat membuka usaha sendiri saat keluar dari LP tersebut.
    Untuk program kepribadian, katanya, pihaknya mengacu pada program keagamaan seperti memperlancar bacaan shalat seluruh warga binaan, wirid setiap shalat serta meningkatkan kelancaran bacaan Al Quran.
    Kepala LP Kelas II A Muaro Padang, Destri menambahkan, dengan berjalannya program kemandirian dan kepribadian tersebut sebenarnya juga dapat membuat hubungan antara pegawai serta warga binaan berjalan lebih baik walaupun LP saat ini mengalami overkapasitas.
    “Daya tampung LP hanya 458 orang, namun saat ini terdapat sebanyak 1.024 warga binaan di LP ini,” ujarnya.

         Ia berharap, keadaan tersebut hendaknya mendapatkan solusi dalam waktu dekat termasuk warga binaan kasus narkoba bukan kelas bandar lebih baik dimasukan ke lembaga khusus narkoba sehingga dapt menekan persoalan overkapasitas tersebut.
    “Ini hendaknya jadi perhatian bersama termasuk dari pemerintah kabupaten/kota serta legislatif daerah masing-masing,” katanya.
    Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) RI, Yasonna H Laoly melalui video conference di LP Kelas II Muaro Padang pada Minggu (9/10) menyampaikan hendaknya seluruh pegawai LP dapat membuat sejumlah program bermanfaat untuk para warga binaan.
    “Saya perintahkan pegawai memberikan fasilitas pada warga binaan sesuai hak mereka dan tidak melakukan kekerasan pada warga binaan bermasalah, bahkan mengayomi mereka,” tegasnya.
    Apalagi terkait memeriahkan usia Kementerian Hukum dan HAM yang genap berusia 71 tahun pada 2016, maka pihaknya melakukan tatap muka dengan seluruh pegawai LP di Indonesia melalui video conference dan memastikan pegawai LP yang ada saat ini benar-benar profesional dan memberikan program-program yang memicu kemandirian warga binaan.
    “Jadi warga binaan sudah siap kerja sebelum menghabiskan masa hukuman,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com