• LKNU Banten Apresiasi Program JKN

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Sekertaris Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Provinsi Banten Oji Santani mengapresiasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah itu.
    “Kami melihat program JKN cukup bagus dan sangat dirasakan masyarakat miskin dengan menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS),sehingga bisa terlayani pengobatan secara gratis,” kata Oji Santani di Rangkasbitung, Lebak, Senin.
    Saat ini, masyarakat miskin yang menerima program JKN dengan diberikan KIS itu mendapat pelayanan medis secara gratis di balai pengobatan, puskesmas dan rumah sakit.
    Namun, penyaluran peserta program JKN di Kabupaten Lebak belum merata dan banyak warga miskin belum menerima pelayanan kesehatan gratis tersebut.
    Karena itu, pihaknya berharap warga miskin di Kabupaten Lebak yang belum menerima KIS bisa direalisasikan.
    Sebab, pemerintah daerah menerbitkan program JKN melalui Kartu Sehat Lebak (KSL) yang dibiayai APBD relatif kecil yakni untuk 15.495 jiwa.
    “Kami memperkirakan warga miskin Lebak yang belum menerima program JKN sekitar 14.000 jiwa,” katanya.
    Menurut dia, program JKN dapat meningkatkan usia harapan hidup (UHH) karena warga miskin berani berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.

         Sebab, warga miskin diberikan kartu sehat melalui penerima bantuan iuran (PBI) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
    Saat ini, penyaluran program JKN belum adil, sebab banyak warga miskin yang benar-benar berhak menerima kartu PBI-BPJS,tetapi mereka tidak mendapat pelayanan kesehatan gratis itu.
    Sedangkan, keluarga yang dinilai mampu ekonomi dan mendapat jaminan peserta JKN,namun mereka memiliki pelayanan kesehatan gratis.
    “Kami berharap penyaluran program JKN itu perlu dilakukan perbaikan sehingga benar-benar warga miskin menerima kartu sehat itu,” katanya.
    Kepala Seksi Pembinaan, Partisipasi Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Lebak Agus Setiawan mengatakan, saat ini masyarakat yang memiliki KSL tercatat 15.495 jiwa dan KIS 718.471 jiwa.
    Masyarakat miskin yang belum menerima peserta JKN melalui KIS dan KSL sekitar 14.000 jiwa.
    Oleh karena

    itu, pihaknya mengajukan kepada Pemprov Banten agar memberikan bantuan PBI BPJS bagi warga miskin sebanyak 14.000 jiwa.
    “Jika Pemprov Banten itu menyalurkan kartu sehat maka semua warga miskin Lebak sudah menerima PBI BPJS,” ujarnya.
    Sementara itu, Budiman (50) warga Angsana Desa Cikatapis Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya sebagai warga miskin hingga kini belum memiliki kartu JKN sebagai peserta BPJS yang dibantu oleh pemerintah.
    Akibat tidak memiliki kartu PBI-BPJS itu, ia kebingungan untuk berobat gratis ke rumah sakit maupun puskesmas.
    Padahal, dirinya sudah hampir dua tahun menderita sakit jantung.
    “Kami berharap pemerintah daerah bisa menyalurkan kembali program JKN melalui peserta PBI-BPJS Bidang Kesehatan,ż katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com