• LBH : Tak Ada Upaya Serius Mediasi BNIL

    0

         Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung menilai konflik yang terjadi antara warga dan petugas pengamanan swakarsa di areal perkebunan PT BNIL menunjukkan belum ada upaya serius dari pemerintah untuk memecahkan masalah tersebut.
    Hal itu dikatakan Chandra Bangkit Saputra, Kepala Divisi Ekonomi, Sosial dan Budaya LBH Bandarlampung, Selasa, menanggapi peristiwa amuk massa di lahan PT BNIL.
    Menurut Chandra, PT BNIL yang sudah berkonflik dengan masyarakat dari tahun 1991 sampai saat ini, dan nyaris tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk memediasi mencari solusi permasalahan tersebut.
    Amuk massa itu terjadi pada Sabtu (1/10) di areal perkebunan PT BNIL Kabupaten Tulangbawang mengakibatkan belasan sepeda motor dibakar dan rusak beserta sejumlah tenda pengamanan pam swakarsa PT BNIL.

         LBH Bandarlampung mengingatkan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Tulangbawang tidak hanya mengurusi perizinan PT BNIL, tetapi juga memediasi permasalahaan ganti rugi lahan yang belum selesai itu.
    “Keberadaan pam swakarsa PT BNIL saat ini, kami nilai memperkeruh permasalahan di lahan sengketa tersebut,: ujarnya lagi.
    Dia mengingatkan, seharusnya untuk pengamanan sudah ada pihak kepolisian, sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi konflik masyarakat dengan masyarakat.
    Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat yang berjuang sudah lama juga jangan sampai ditunggangi oleh pihak-pihak yang punya kepentingan lain.
    Perjuangan masyarakat korban gusuran PT BNIL ini, juga jangan sampai dipolitisasi karena sudah berlangsung betahun tahun, katanya lagi.
    “Sebenarnya, kami menilai konflik ini bisa reda asalkan pemerintah pusat maupun daerah dapat segera menghentikan semua aktivitas yang dilakukan PT BNIL yang telah melakukan pelanggaran atas UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta berani untuk bersama sama mendorong penegakan hukum terhadap pihak perusahaan yang telah melanggar aturan itu,” demikian Chandra Bangkit.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com