• Kurang Perawatan Rusunawa Kian Memprihatinkan

    0

    rusunawa-palembangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kondisi Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kertapati,yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kian memprihatinkan, kondisi membuat aset pemerintah tersebut terbengkalai.

    Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan, tahun lalu Rusunawa Kertapati sudah diserahkan pengelolaannya kepada Perseroan Terbatas Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J). Bangunan yang terdiri dari tiga blok tersebut kondisinya dalam keadaan sebagian besar atap pelapon bocor dan lantai retak.

    “Kondisinya saat ini memang banyak yang rusak, ini karena kurang perawatan, sehingga kondisi Rusunawa belum dirawat dengan baik,”kata Agus, usai Rapat Percepatan Pemanfaatan Rusunawa Kertapati, Senin (10/10).

    Ia mengakui, Rusunawa yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini tidak memiliki pengamanan yang ketat. Sehingga membuat orang tidak bertanggung jawab menyantrondan mengambil fasilitas yang ada. Sehingga banyak aset Rusunawa dibawah kabur maling

    “Perawatan yang kurang, keamanan juga belum baik karena tidak ada penjaga maupun scurty yang ditugaskan di sana (Rusunawa), terbukti banyak Trapo dan meteran yang hilang,” jelasnya.

    Ia mengatakan, selain tidak terawat, akses menuju kawasan tersebut juga masih sulit. Karena tidak ada transportasi yang menjadi pilihan untuk menuju tempat itu. Meski baru-baru ini SP2J memperpanjang trayek menuju rusun tersebut, namun angkutan kota (Angkot) belom ada.

    “Kesiapan fasilitas pendukung seperti Puskesmas pendukung (Pustu) dan pasar dan rute alternatif yang belum ada menjadi kendala terisinya 297 unit itu. Hingga kini baru terisi 34 unit saja,”ujarnya.

    Menurutnya, meskipun air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan listrik sudah masuk ke rusun tersebut, tetapi masih banyak yang mesti diperbaiki. Sehingga meski dijadikan tempat pengganti penghuni rusun 26 ilir, namun kebanyakan orang menolak karena minimnya fasilitas tersebut.

    Untuk dilakukannya renovasi rusun tersebut, bantuan Rp2,7 miliar dari Kementerian PUPR untuk sudah bergulir dan mulai dilakukan pengerjaan.

    Sementara untuk mempercantik kawasan tersebut, pihaknya mengajukan anggaran di APBN 2017 sekitar Rp1 miliar.     Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) PT SP2J, Antoni Rais pun tidak menyangkal jika Rusunawa Kertapati kurang perawatan. Begitu banyak kerusakan yang terjadi, tidak hanya itu saja fasilitas lainnya seperti kabal listrik hilang disantroni maling.

    Antoni mengatakan, dengan bantuan dari menteri PUPR tersebut, pihaknya pun akan melengkapi fasilitas yang kurang. Seperti SD yang akan diinventarisir terlebih dulu terkait kebutuhannya dan menyiapkan lahan untuk pasar, juga sekarang sedang tahap pengubahan listrik prabayar menjadi token.

    “Pengerjaan dari bantuan pusat itu sedang dikerjakan dalam sebulan ini, sekarang sedang tahap pemasangan cone block dan lainnya, dengan bantuan ini dapat memperbaiki fasilitas yang rusak maupun yang hilang,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com