• Kuota Premium Diganti Pertalite

    0

    20150908Sebaran-Distribusi-Pertalite-080915-Pf-1BANYUASIN, Sumsel, jurnalsumatra.com – Masyarakat di pedesaan belum begitu menggemari bahan bakar jenis baru Pertalite, menyebabkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menggadakan BBM di wilayah Kecamatan Rantau Bayur mengurangi pasokan akibat pembeli berkurang.

    “Kita mengeluhkan adanya peraturan baru dari pihak SPBU yang ada di Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III kabupaten Banyuasin, pasalnya sejumlah anggota UKM ini dibatasi dalam membeli BBM jenis bensin dan diharuskan membeli BBM Jenis pertalite,” Jelas Lin, Rabu (5/10).

    Kata  Lin, masyarakat Desa yang jarak tempuhnya lebih jauh untuk ke Kota lebih senang memakai BBM Jenis Bensin, akibatnya. Para pelaku UKM tersebut mengalami penurunan omset setiap bulannya.

    “Sekarang kami bingung, karena  tidak diperbolehkan lagi membeli Bensin untuk dijual ke Masyarakat, malahan kami disarankan untuk membeli BBM Jenis pertalite, sedangkan masyarakat belum kenal dengan BBM Jenis pertalite itu,”ucap Lin.

    Kebijakan yang diberlakukan oleh pihak SPBU, tutur dia  terasa memberatkan warga. “Adanya kebijakan ini kami sebagai warga merasa keberatan, mengingat saat ini kebutuhan bensin di masyarakat sangat besar, sebab bensin banyak digunakan sebagai bahan bakar mesin ketek, dan genset,”ujarnya.

    Masih kata dia, kalaupun kualitas pertalite lebih bagus dari pada pertamax dan bensin, pihak SPBU atau pun Pertamina harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

    “Masyarakat di Desa ini  pengetahuannya masih kurang, jadi alangkah bagusnya disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat, apa itu BBM Pertalite.

    Sementara itu, Manager SPBU 302.24.83 Pangkalan Balai, Khoirul melalui Anang Pengawas Operator ketika dikonfirmasi membenarkan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.

    “Memang benar saat ini kebijakan ketat tengah diberlakukan kesetiap SPBU, bahwa pelaku Usaha Kecil Menengah (PUKM) binaan Diskoperindag Banyuasin saat ini diharuskan membeli BBM jenis Pertalite,”ucapnya.

    Pihaknya saat ini, ujar dia  tidak bisa berbuat banyak dengan ketentuan dari Pertamina tersebut.

    “Kami saat ini bak buah simalakama, tidak menuruti Pertamina kami kena sangsi, memberlakukan perintah Pertamina kami kasihan sama masyarakat , jadi kita jalani saja mana bagusnya kedepan,”katanya.  (Lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com