• KPK serahkan 22 halaman kesimpulan praperadilan fadilah    

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pihak termohon menyerahkan kesimpulan praperadilan sebanyak 22 halaman sebelum berlangsung putusan akhir sidang praperadilan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang dijadwalkan Selasa (18/10).
    “Intinya sih menolak seluruh permohonan oleh pemohon. Karena jelas ada keterlibatan dari pemohon dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama Rustam Syarifuddin Pakaya,” kata anggota tim biro hurum KPK Mia Suryani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.
    Ia juga menyatakan bahwa sudah ada bukti-bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Fadilah sebagai tersangka.
    “Iya, ini sudah cukup bukti dan sesuai prosedur. Selebihnya hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Semuanya, bukti sudah lengkap. Itu aja sih. Kita lihat saja besok keputusannya seperti apa,” ucap Mia.
    Sebelumnya, sebagaimana putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Pusat pada 2012 dengan nomor 42/Pid.B/TPK/2012/PN.Jkt.Pst. diketahui adanya bukti-bukti penerimaan MTC hasil tindak pidana korupsi kepada Siti Fadilah Supari antara lain 50 lembar MTC dengan nomor seri FA 476731 s/d 476780 senilai Rp1,250 miliar yang telah diterima Menteri Kesehatan periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari.
    Kemudian 10 lembar MTC yang diterima oleh Sri Wahyuningsih dari Siti Fadilah Supari dengan Nomor EA 371131 s/d EA 371140 masing-masing senilai Rp10 juta dengan total nilai Rp100 juta dan 1 lembar MTC nomor seri FA 476729 senilai Rp25 juta diterima oleh Cardian Hendiana dan Rosdiah Endang Puji Astuti sebagai pembayaran editor penerbit buku mengenai flu burung yang ditulis oleh Siti Fadilah Supari.
    Fadilah ditetapkan sebagai tersangka terkait peristiwa pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) jo. Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
    Fadilah memiliki keterkaitan tindak pidana yang dilakukan terdakwa mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifuddin Pakaya sebagai orang yang turut menerima Mandiri Traveller’s Cheque (MTC) senilai Rp1,375 miliar dalam proses pengadaan alat kesehatan I untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI Tahun Anggaran 2007.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com