• Kota Mandiri Yogyakarta Baru Butuh Rp10 Triliun

    0

         Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan, kebutuhan investasi kota mandiri “Yogyakarta Baru” mencapai angka Rp10 triliun, kata Anggota Dewan Kehormatan Hipmi DIY Pitoyo Hadi Santoso.
    Ia menuturkan di Yogyakarta, Sabtu, kota mandiri tersebut akan berisi beberapa tempat yang menarik, baik bagi kehidupan masyarakat maupun untuk berwisata.
    Dengan luas lahan mencapai 2.000 hektare (ha), maka kota mandiri Yogyakarta Baru akan memiliki kawasan istana dan taman raja-raja dari seluruh penjuru Indonesia.
    Selain itu, kota mandiri tersebut juga akan memiliki pusat-pusat perekonomian dan pertumbuhan daerah, sehingga konsep kota mandiri memberikan implikasi langsung bagi perkembangan Yogyakarta Baru.
    “Dengan melihat tingkat kemacetan yang cukup tinggi di Kota Yogyakarta, maka peluang ekonomi juga muncul dengan usulan kota mandiri Yogyakarta Baru. Perekonomian masyarakat juga akan terdorong tumbuh secara signifikan,” terang Santoso.

         Meski demikian, lanjut dia, untuk mewujudkannya masih diperlukan studi lanjut yang akan menjadi dasar dari pembangunan kota mandiri tersebut.
    “Kita sudah melakukan pra-‘feasibility study’ pada lahan seluas 2.000 ha itu. Target kami, tahun 2020 sudah terealisasi pembangunan istana raja-raja di dalam kawasan kota mandiri, karena DIY adalah kota budaya,” ucapnya, menjelaskan.
    Karena itu, lanjut Santoso, peran dari seluruh anggota Hipmi DIY untuk mewujudkan kota mandiri Yogyakarta Baru sangat dinanti, utamanya dalam pembelajaran mengerjakan megaproyek di daerah sendiri.
    Terkait pembiayaan, Santoso mengatakan, dengan konsep dan skema yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara perbankan atau “bankable” maka diyakini akan banyak perbankan dan investor yang bersedia memberikan kredit.
    “Meski nantinya akan bekerja sama dengan banyak pihak dalam pembangunan kota mandiri Yogyakarta Baru itu, namun teman-teman Hipmi bisa terlibat sejak awal. Intinya, anggota Hipmi DIY harus punya konsep untuk memajukan diri, untuk bisa meningkatkan diri menjadi lebih baik lagi,” tandas Santoso.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com