• Korupsi Dicegah Dengan Integritas

    0

    2015062020140515kpkPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Tim Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Asep Khoirullah mengatakan, praktek korupsi saat ini masih tetap ada. Hampir rata-rata pejabat yang melakukan korupsi berakhir dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI).

    “Saat ini butuh orang dengan integritas tinggi. Karena membangun integritas tidak bisa instans,”ujarnya dalam acara Work Shop Tunas Integritas Eksekutif dan Legislatif Kota Palembang, Senin (3/10).

    Dijelaskan Asep, berdasarkan data dari KPK-RI, kasus-kasus yag sudah incrah atau mempunyai kekuatan hukum tetap, dalam hal ini bukan melakukan tindakan korupsi. Melainkan seseorang dengan seseorang yang lain yang mempunyai posisi strategis melakukan tindakan kolusi. Yakni tindakan korupsi berupa kolusi.

    Menurut Asep,melalui pelatihan atau workshop ini para peserta yang merupakan para pejabat yang memiliki posisi strategis di lembaga atau instansi pemerintahan akan di bekali dengan banyak pelatihan.

    Menurutnya berbicara mengenai korupsi, dibutuhkan pertahanan dari setiap pejabat untuk bisa mengendalikan diri agar tidak terjerat dengan perilaku korupsi. Nilai integritas harus tertanam dengan kuat.

    “KKN itu masalah dan kita butuh solusi yakni dengan Integritas. Untuk itu perlu dibangun integritas dari mulai individu lini terbawah sampai dengan lini teratas. Karena KKN penghambat tujuan nasional dan daerah,”urainya.

    Dalam hal ini peranan KPK sebagai lembaga superpower bukan hanya bertugas untuk memberantas korupsi, namun juga memberikan pengetahuan melalui workshop atau seminar pencegahan kepada pemerintah untuk mengecilkan peluang suatu lembaga pemerintah melakukan praktek korupsi.

    Para pejabat harus bisa menahan diri. Butuh pertahanan diri disetiap pejabat dari dalam. Terutama pada saat pejabat itu sedang berada sendirian dan diluar sistem butuh integritas.Supaya bisa tertahan, kalau tidak dijaga akan berubah menjadi bencana.

    Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan Palembang sangat fokus untuk bisa lepas dari praktek KKN.

    Saat ini sudah ada 100 tunas integritas di Kota Palembang yang siap membantu Palembang memujudkan Palembang bersih dari korupsi.

    Menurutnya pemerintah kota memberikan dukungan penuh untuk keberadaan tunas integritas ini. Karena diharapkan dapat memberikan wahana baru dalam sistem pemerintahan. Karena bukan hanya akan membangun infrastruktur namun juga membangun integritas.

    “Harapan kita di tahun 2020 mendatang akan ada 2.928 tunas integritas yang ada di Palembang. Kedepan bisa diimplementasikan di SKPD sehingga akan menjadi rool mode Palembang Emas,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com