• KLH Tambah Bak Pengomposan Di Sekolah

    0

         Padang Panjang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Kantor Lingkungan Hidup setempat menambah 10 unit bak pengomposan yang ditempatkan di sekolah yang ada di daerah itu.
    “Penambahan itu bertujuan untuk memberikan edukasi pada warga sekolah mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos,” kata kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Padang Panjang, Erwina Agreni di Padang Panjang, Jumat.
    Tidak itu saja terangnya, penambahan bak pengomposan itu untuk mendorong terwujudnya sekolah-sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan atau yang dikenal dengan sekolah Adiwiyata.
    “Program itu juga mendukung kebijakan Pemkot Padang Panjang dalam pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.
    Melalui pengomposan katanya, sampah organik di lingkungan sekolah dapat diolah menjadi pupuk dan dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pemeliharaan taman sekolah.
    Bahkan apabila jumlahnya cukup banyak dan kualitasnya juga bagus, sekolah dapat memasarkannya serta mendapatkan manfaat ekonomis dari mengolah sampah.

         “Untuk saat ini sudah ada 30 bak pengomposan yang tersebar di 30 sekolah yang ada di Padang Panjang,” jelasnya.
    Sebelumnya Pemkot Padang Panjang juga melarang masyarakat di daerahnya membakar sampah, karena bisa menurunkan kualitas udara.
    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah di lingkungan permukiman, sekolah, perkantoran, lahan pertanian maupun lokasi lainnya,” kata Sekretrais Daerah Padang Panjang, Edwar Juliartha.
    Pelarangan membakar sampah itu juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. “Dalam ketentuannya, setiap orang dilarang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah,” ujarnya.
    Untuk Padang Panjang pelanggaran terhadap pelarangan tersebut, sesuai dengan pasal 59 ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2013, tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis akan dikenakan sangsi pidana berupa kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp 5 juta.
    Anggota DPRD Kota Padang Panjang, Hendra Saputra memberikan apresiasi kepada Pemkot Padang Panjang dalam penyediaan bak pengomposan sampah di sekolah itu.
    “Setidaknya sampah yang dibuang bisa dimanfaatkan untuk pupuk setelah melalui pengomposan oleh masyarakat maupun masyarakat dilingkungan sekolah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com