• Kementerian PUPR Targetkan 10% Insinyur Bersertifikat

    0
    sam_0419

    Kementerian PUPR Targetkan 10% Insinyur Bersertifikat

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI pada 5 tahun mendatang, menargetkan 10 persen dari insinyur atau pekerja konstruksi di Indonesia sudah memiliki sertifikat keahlian.

    Hal ini dikarenakan dari 7,3 juta orang yang bekerja di bidang konstruksi, hanya 6,55 persen saja yang telah bersertifikat, dengan rincian 10 ribu tenaga ahli, 40 ribu pekerja yang juga berperan sebagai asesor, 10 ribu asesor konstruksi, dan 700 ribu tenaga teknik yang bersertifikat.

    Sebagaimana disampaikan RM Dudi Suryo Bintoro, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan (KSP) PUPR RI, dalam acara pembukaan “Pelatihan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Asessor” dan penandatanganan MoU antara Kementerian PUPR RI dengan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (11/10/2016) di Hotel Arjuna Yogyakarta, pekerja konstruksi di Indonesia harus memiliki sertifikat keahlian sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang.

    “Jika para pekerja konstruksi itu tidak memiliki sertifikat keahlian, maka akan dikenakan sanksi administratif, bahkan hingga sanksi berupa pemberhentian projek,” kata Dudi. “Karena itulah, kami menargetkan lima tahun yang akan datang dari jumlah 6,55 persen pekerja konstruksi yang telah bersertifikat bisa bertambah jumlahnya menjadi 10 persen.”

    Untuk mewujudkan hal itu, kata Dudi, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri. “Karena itu kami menggandeng beberapa institusi dan lembaga untuk membantu kami dalam mewujudkan target itu,” papar Dudi yang menambahkab salah satunya dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

    Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bisa menjadi salah satu mitra strategis dalam bekerjasama meningkatkan jumlah pekerja konstruksi bersertifikasi. Karena, Diktilitbang PP Muhammadiyah menaungi 24 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang memiliki program studi teknik sipil, dua PTM di antaranya bahkan menyumbangkan jumlah mahasiswa yang cukup banyak yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

    Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat menjadi ajang bagi dunia pendidikan dalam memenuhi para pekerja yang kompeten. Kerja sama ini juga bisa menjadi kerja sama link and match antara dunia pendidikan dan industri dengan memperbanyak jumlah asesor serta praktisi yang konsisten di bidang konstruksi.

    Ke depannya, tidak hanya pekerja konstruksi saja yang harus bersertifikat, tapi juga para pekerja umum. “Agar kita bisa menciptakan bersama infrastruktur yang baik, kokoh dan berkelanjutan,” papar Didi lagi.

    Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muh. Sayuti, M.Pd, M.ed, menjelaskan,  penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara PUPR RI dengan Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia bidang jasa konstruksi, didasarkan pada asas saling membantu, saling mendukung dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan.

    Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pengembangan materi uji kompetensi (MUK) dan tempat uji kompetensi (TUK), peningkatan dan pengembangan SDM berbasis kompetensi, pemetaan database lulusan yang telah tersertifikasi dan kebutuhan tenaga kerja bidang konstruksi berdasarkan kompetensi, lokakarya, pelatihan, seminar, pameran dan kegiatan ilmiah lainnya, serta membantu dalam pemenuhan tenaga ahli.

    Adanya kerja sama itu, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dapat menjaga amanah yang telah diberikan oleh Kementerian PUPR RI. Mengingat Muhammadiyah memiliki peran yang sangat potensial dan kontribusi yang sangat signifikan dalam memajukan kesejahteraan rakyat, baik dari segi pendidikan maupun pelayanan kesehatan.

    MoU antara kedua lembaga ini berlaku selama 5 tahun terhitung sejak ditandatangani oleh para pihak yang bersangkutan. (Affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com