• Kebas Malaria Diserukan Hingga Terluar Raja Ampat

    0

        Manokwari, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menyerukan program keluarga bebas (Kebas) malaria hingga ke pulau terluar Raja Ampat.
    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Victor Eka Nugraha, Kamis, mengatakan beberapa waktu lalu, tim medis menyambangi Kepulauan Ayau, Raja Ampat.
    “Tim berjumlah 15 orang, terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter umum, perawat, bidan, apoteker tenaga kesehatan masyarakat dan nutrisionist,” katanya
    Dia menyebutkan kegiatan di pulau terluar Papua Barat ini berlangsung selama empat hari, dari 7 hingga 10 Oktober.
    Selain sosialisasi gerakan kebas malaria, tim juga melakukan pelayanan kesehatan pengobatan atau kegiatan kuratif, penyuluhan gizi, tuberkulosis, filariasis (penyakit kaki gajah) dan sanitasi lingkungan.
    Dia menjelaskan Kepulauan Ayau, Raja Ampat, adalah daerah perbatasan antara Indonesia dengan  Republik Palau.

        Victor mengungkapkan di Kepulauan Ayau ada Puskesmas Dorekhar yang pernah menjadi lokasi kegiatan Tim Nusantara Sehat Batch 2.
    Puskesmas ini adalah satu dari 101 Puskesmas di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di Indonesia.
    Malaria merupakan satu penyakit yang masih menjadi momok bagi masyarakat di daerah ini.
    Angka kasus penyakit di Papua Barat masih cukup tinggi, meskipun terjadi penurunan setiap tahun.
    Kebas malaria adalah adalah gerakan yang digagas beberapa orang dari Dinas Kesehatan Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni dan Fak-fak.
    Gerakan ini bertujuan untuk menekan angka kasus malaria di daerah ini.
    Dinkes menargetkan Papua Barat bisa bebas dari penyakit malaria pada 2030 mendatang.
    Segenap langkah dilakukan, dantaranya dengan menggandeng tim benggerak PKK Papua Barat.
    Gerakan ini pun terus memperoleh dukungan baik dari Kementerian Kesehatan, Unicef, Kompak, BP Tangguh.
    Program yang berbasis pada partisipasi masyarakat ini diharapkan mampu menjadikan Papua Barat terbebas dari penyakit yang menular melalui perantara nyamuk anopeles tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com