• KAS Dorong Keluarga Wujudkan Solidaritas Pangan

    0

        Magelang, jurnalsumatra.com – Keuskupan Agung Semarang KAS) mendorong keluarga-keluarga mewujudkan solidaritas pangan melalui semangat berbagi pangan kepada orang lain yang membutuhkan, terutama mereka yang kelaparan atau kekurangan gizi.
    “Dengan kecukupan dan ketersediaan pangan, keluarga dapat mengembangkan sikap dan tindakan nyata solidaritas melalui berbagi pangan bagi orang-orang yang membutuhkan, terutama yang kelaparan atau kekurangan gizi,” kata Administrator Diosesan KAS Romo Fransiscus Xaverius Sukendar Wignyosumarta dalam Surat Gembala Hari Pangan Sedunia 2016 KAS yang diterima Antara di Magelang, Sabtu.
    Ia mengatakan solidaritas pangan menjadi ciri peringatan HPS yang diperingati setiap 16 Oktober. Peringatan HPS 2016 mengangkat tema “Penguatan Pangan Berbasis Keluarga”.
    Keluarga, ujarnya, tidak hanya menjadi tempat menggembleng iman, namun juga tempat membangun kesadaran tentang pentingnya kecukupan pangan keluarga yang sehat dan lestari.
    Ia mengemukakan tentang pentingnya keluarga mengembangkan sikap konsumerisme dan hedonisme.
    “Kita harus berani berkata ‘cukup’ sebagai upaya untuk membendung arus besar keserakahan. Ketika kita makan, kita ingat akan petani yang menyediakan beras serta sayuran, ingat nelayan atau peternak yang mengusahakan ketersediaan ikan dan daging,” katanya.

         Ketika makan, katanya, setiap orang harus mengingat sesamanya yang masih menderita kelaparan dan mewujudkannya dengan memberi mereka makan.
    Ia menyebut masih banyak orang belum tercukupi kebutuhan yang paling dasar, yakni makanan.
    “Sementara di satu sisi ada yang berlimpah-limpah makanannya bahkan tidak jarang pula orang membiarkan makanannya disimpan, bahkan terlupakan di almari sampai tidak layak untuk dimakan. Masih banyak budaya menumpuk makanan, tidak peduli akan kelaparan yang melanda sesamanya,” katanya.
    Ia mengatakan Rencana Induk KAS 2016-2035 mengajak umat menjadi pelopor peradaban kasih guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman.
    “Salah satu ukuran kesejahteraan adalah terpenuhinya kebutuhan paling dasar, yaitu makanan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com