• Jumlah Pekerja Penyandang Disabilitas Perusahaan Bantul Minim

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan jumlah tenaga kerja dari penyandang disabilitas yang bekerja pada perusahaan-perusahaan di daerah ini masih minim.
    “Hampir semua perusahaan besar di Bantul sudah ada tenaga kerja dari penyandang disabilitas, namun jumlahnya masih kurang, sehingga perlu ada penambahan,” kata Kepala Disnakertrans Bantul Susanto di Bantul, Rabu.
    Menurut dia, sesuai dengan Undang-Udang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan semua perusahaan dengan karyawan lebih dari 100 orang harus menyediakan kuota sebanyak satu persen tenaga kerja difabel itu.
    Ia mengatakan, jumlah perusahaan di Bantul sekitar 560 perusahaan, dari jumlah itu sekitar 150 perusahaan yang mempunyai pekerja ratusan sampai ribuan orang, sehingga perusahaan besar itu harus menggunakan tenaga kerja dari difabel.

         “Kalau misalnya jumlah tenaga kerja 1.000 orang, berarti sesuai UU itu harus menggunakan 10 orang dari penyandang disabilitas, ini yang selama ini belum terpenuhi perusahaan-perusahaan, ini peluang bagi saudara-saudara kita yang kurang itu,” katanya.
    Meski demikian, kata dia, diakui untuk memenuhi kuota tenaga kerja penyandang disabilitas tidak mudah bagi perusahaan, sebab perusahaan juga harus mencari tenaga yang memiliki kualifikasi tertentu atau keahlian khusus yang itu harus ada pada penyandang disabilitas itu.
    “Cuma saya pesan ke teman-teman perusahaan di Bantul jangan terpaku pada keahlian khusus, karena mereka (penyadang disabilitas) juga saudara kita, dan siapa lagi kalau bukan kita yang memperhatikan,” katanya.
    Susanto mengatakan, UU yang mengatur tentang penyediaan tenaga kerja dari penyandang disabilitas oleh perusahaan yang memenuhi kriteria itu juga terdapat sanksi jika perusahaan tidak pekerjakan difabel, namun pihaknya enggan menyebutkan.
    “Setiap UU pasti ada sanksi, cuma bagaimana kita sikapi, jangan sampai karena kita sampaikan sanksi justru perusahaan itu antipati, bukan berarti kita tutupi sanksi, namun jangan sampai dari perusahaan sendiri yang justru asal pakai,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com