• Haji – PEMKOT Kupang Seleksi Ketat Daftar Haji    

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang akan melakukan seleksi ketat terhadap calon jamaah calon haji sehingga yang diberangkatkan benar-benar warga yang ber-KTP daerah itu.
    “Karena pengalaman dalam urusan haji di 2016 ini ada sejumlah calon jamaah yang bukan warga Kota Kupang,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara saat menjemput 110 jamaah Haji asal Kota Kupang di Bandara El Tari, Senin.
    Menurut dia, pada musim haji 2016 ini, Pemerintah Kota Kupang kecolongan terhadap jamaah calon haji yang bukan warga Kota Kupang namun diberangkatkan sebagai jamaah Kupang.
    Para calon haji itu ditemukan berasal dari beberapa daerah lain seperti Jawa dan Sulawesi.
    Kondisi itu tentu sangat merugikan warga Muslim Kota Kupang yang sudah masuk dalam daftar tunggu untuk berhaji.
    “Ada pemangkasan keberangkatan karena masuknya warga dari daerah lain itu. Ini sangat merugikan warga kita,” katanya.
    Pemerintah Kota Kupang sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang untuk bisa lebih selektif agar tidak lagi terjadi.
    Dalam pemberangkatan haji 2016 Pemerintah Kota Kupang menemukan calon jamaah haji berdokumen palsu berupa KTP palsu milik Kota Kupang.
    Sebanyak 48 orang jamaah calon haji Kota Kupang diduga menggunakan dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu untuk mengurus semua dokumen perjalanan di musim haji 2016.
    Disebut palsu karena KTP yang dimiliki adalah KTP palsu sebab yang bersangkutan bukan warga Kota Kupang tetapi merupakan warga Surabaya dan Makassar.
    Dari hasil penelusuran Pemkot, ditemukan 33 dari 48 orang jamaah calon haji tidak memiliki data pada catatan kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang, sebagai warga Kota Kupang.
    Berdasarkan hasil penelusuran itulah, Pemerintah Kota Kupang berkeyakinan 33 orang jamaah calon haji Kota Kupang itu adalah penduduk siluman Kota Kupang yang datang dari daerah lain hanya untuk mengisi kuota haji milik daerah itu saja.
    Pemerintah lalu melakukan penelusuran data lain dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan pemeriksaan kesehatan calon haji sebelumnya.
    Dari penelurusan itu ditemukan 33 jamaah calon haji itu tidak melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai prosedur resmi sebelum diberangkatkan ke embarkasi di Surabaya.
    Kondisi itu tentu semakin memperkuat kekhawatiran Pemerintah Kota Kupang bahwa ada pelibatan warga lain dalam rombongan 156 jamaah calon haji musim haji 2016 dari Kota Kupang.
    Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Ambrosius Korbafo mengatakan Kota Kupang masih memiliki daftar tunggu jamaah calon haji 2.341 orang.
    Jumlah itu merupakan akumulasi para pendaftar jamaah calon haji yang sudah memiliki nomor porsi yang dipegang masing-masing jamaah sejak 2012 hingga 2016 ini.
    Menurut dia, jumlah itu akan terus berangsur digilir sesuai nomor porsi dan jatah untuk menunaikan ibadah agama di tanah suci dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.
    Memang menurut dia, dari aspek kuota, Kota Kupang terus mendapat tambahan jumlah sesuai kuota yang diberikan secara nasional dan berlaku untuk provinsi berkarakter pulau itu.
    Sehingga dimungkinkan untuk menghabiskan daftar tunggu itu akan memakan waktu yang cukup lama.
    “Masih harus menunggu sekitar 11 tahun lagi atau sampai 2025 untuk bisa berhaji bagi jamaah yang sudah memiliki nomor antrean itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com