• Hadapi MEA, 150 UMKM Diberi Motivasi

    0

    seminar-meaPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 telah berlangsung, namun belum ada geliat di Palembang, untuk menghadapi pasar bebas Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang mengelar seminar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama dengan PT Indomarco Palembang (Indomaret) dan Nestle dengan dengan tema Meningkatkan Daya Saing UMKM, seminar ini sendiri diikuti oleh 150 peserta UMKM yang terdiri dari 100 UMKM binaan Disperindagkop Palembang dan 50 UMKM

    Kadisperindagkop Kota Palembang, Dewi Isnaini maksud dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemitraan antara UMKM antara Perbankan, mengakses sumber biaya, mampu memperluas produk unggulan daerah, meningkatakn UMKM yang siap bersaing dan dalam menghadapai MEA.

    “tidak hanya memberikan motivasi dalam menghadapi MEA namun kami juga memberikan bantuan gerobak bagi UMKM yang berprestasi, sehingga dengan bantuan ini UMKM dapat berkembang lebih pesat lagi,”kata Dewi, kemarin, Kamis (6/10).

    Menurut Isnaini, dengan motivasi yang diberikan kepada UMKM yang ada di Palembang dapat bersaing dalam menciptkan produk asli daerah, dengan memiliki kualitas serta harga yang terjangkau, oleh karena itu produk dalam negeri atau daerah ada pangsanya sendiri.

    “Oleh karena itu kita jangan takut kalah bersaing dengan produk luar, karena apa yang dihasilkan oleh UMKM memiliki pangsa tersendiri,”kata Isnaini.

    Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo memberikan motifasi tentang berwirausaha dihadapan,ia menekna para peserta dapat menjadi pengusaha dimulai dari usaha kecil. Jadi pengusaha tidak.harus dengan modal besar.”dimulai dari hal kecil, yakinlah jika dilakukan dengan keseriusan pasti akan meraih lesuksesan,”kata Harnojoyo.

    Harnojoyo juga menceritakan bagaimana tentang pengalaman dirinya memulai menjadi pengusaha ayam yang dimulai dari hal kecil dengan kerja keras yang ia lakukan dapat meraih kesuksesan.

    “saya dulu 9 tahun bekerja di bank, karena jenuh tahun 1998 saya memutuskan berhenti dan mulai berjualan ayam dibawah ampera, awalnya saya hanya bisa menjual 5 ekor ayam perhari, namun dengan semangat dan tekad yang kuat alhamdulillah dalam jangka waktu enam bulan saya berhasil menjual 4000 ekor ayam perhari hingga sekarang, modalnya hanya kepercayaan,”urianya.

    Bahkan dirinya bertransaksi dengan distributor ayam bernama Kristin sampai dengan milyaran rupiah namun belum pernah ketemu sampai hari ini, semua modal kepercayaan dan kejujuran.” kuncinya sunguh-sungguh, jika kita sungguh-sungguh yakinlah Allah akan membalasnya,”tukasanya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com