• Enam Puluh Tujuh Tahun Silam Di Tiananmen  

    0

    Beijing, jurnalsumatra.com – Pada 1 Oktober enam puluh tujuh tahun silam, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya negara  Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di alun-alun Tian’anmen, di pusat kota Beijing.
    Saat itu pula, kali pertama bendera “Five Stars Red” dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Tiongkok “The March of the Volunteers”.
    Peringatan berdirinya negara RRT pada 1 Oktober 2016 digelar pada pukul 07.00 waktu setempat. Rakyat dan wisatawan yang ingin menyaksikan upacara telah mendatangi Tian’anmen pada Sabtu subuh bahkan sejak Jumat malam.
    “Kami tidak ingin melewatkan momen ini,” ungkap Zhong Feng, warga Beijing, yang telah berada di Tianżanmen pada pukul 05.00 waktu setempat.
    Setelah menunggu sekitar dua jam, tampak sekitar 50 personel pasukan polisi paramiliter Tiongkok, berseragam hijau, lengkap dengan senjata dan sangkur terhunus, berjalan tegap dari Gerbang Tianżanmen menyeberangi jalan Chang An menuju tiang bendera di Lapangan Tiananmen.
    Diantaranya membawa bendera Tiongkok “Five Stars Red” untuk dikibarkan.
    Sesampainya di area tiang bendera, dua orang dari mereka perlahan menaiki empat anak tangga panggung mendekati tiang bendera, dan mulai memasangkan kait-kait pada bendera ke tali tiang bendera.
    Korps musik pun mulai mengumadangkan lagu kebangsaan Tiongkok, mengiringi prosesi upacara penaikkan bendera tersebut.
    Personel lainnya mengambil posisi mengelilingi panggung, menghadap Gerbang Tiananmen tempat gambar besar pendiri Republik Rakyat Tiongkok Mao Zedong.
    Warna merah yang melatari bendera melambangkan revolusi. Sedangkan satu bintang besar dan empat bintang kecil berwarna kuning emas yang mengelilingnya, disudut kiri bendera, masing-masing melambangkan Partai Komunis Tiongkok dan rakyat Tiongkok.
    Sebenarnya hari kemerdekaan negara RRT bukan pada 1 Oktober 1949,  melainkan 21 September pada tahun yang sama.
    Proklamasi berdirinya negara RRT yang disampaikan Mao Zedong pada 1 Oktober 1949 untuk menandai terbentuknya pemerintahan pusat melengkapi kelahiran RRT pada 21 September 1949.
    Sehari kemudian, yakni 2 Oktober 1949, pemerintahan yang baru terbentuk mengeluarkan resolusi bahwa berdirinya negara RRT adalah 1 Oktober 1949.
    Dan sejak 1950, peringatan berdirinya negara RRT digelar setiap 1 Oktober di lapangan Tianżanmen dan peringatan berdirinya negara RRT menjadi hari libur nasional selama satu pekan.
    Prosesi penaikkan bendera pun usai. Pasukan pengibar bendera pun kembali menuju gerbang Tianżanmen.
    Peringatan pun diakhiri dengan pelepasan sejumlah balon aneka warna beserta puluhan burung merpati menandai perdamaian dan kemakmuran.
    Prosesi penaikkan dan penurunan bendera juga digelar setiap hari, selain untuk memelihara rasa kebangsaan dan nasionalisme, upacara tersebtut juga menjadi salah satu atraksi menarik bagi turis untuk mengunjungi Tianżanmen.
    Hanya saja prosesi penaikkan dan penurunan bendera yang dilakukan sehari-hari tidak selalu diringi dengan kumandang lagu kebangsaan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com