• Diplomat Berperan sebagai Marketer

    0

    bambang-susantoYogyakarta, jurnalsumatra.com – Seorang diplomat, di samping berperan dalam bidang politik sebagai representasi negara di luar negeri, juga dituntut sebagai sales atau marketer bagi negara itu. Hal ini dikarenakan diplomat merupakan garda terdepan atau ujung tombak dalam melakukan penetrasi pasar, mengundang turis asing dan promosi investasi.

    “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, yaitu diplomasi ekonomi harus memberi manfaat nyata bagi rakyat dan mengacu kepada kepentingan rakyat secara riil,” kata Dr Bambang Susanto, MA, Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementrian Luar Negeri RI, hari ini di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

    Di sisi lain, sektor pariwisata juga erat hubungannya dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Karena itu, seorang diplomat juga harus bisa merefleksikan keadaan di negaranya ketika berada di luar negeri. “Tidak semata-mata berkata manis dan berkata negaranya aman-aman saja, namun juga harus berkata jujur dalam memberikan informasi dengan cara-cara yang baik,” ungkap Bambang Susanto di depan mahasiswa Prodi Hubungan Internasional UMY.

    Berbicara mengenai membumikan politik luar negeri bagi kepentingan rakyat, Bambang Susanto mengatakan, seorang diplomat harus jujur dan memberikan informasi dengan cara-cara yang baik.

    Kebijakan luar negeri yang dirumuskan oleh Kementrian Luar Negeri, menurut Bambang, mencakup seluruh bidang di dalam negeri. Oleh karena itu, proses di dalam negeri mempengaruhi kebijakan luar negeri. “Proses yang terjadi di dalam negeri sangat mempengaruhi kebijakan luar negeri. Aspek-aspek dinamika politik, ekonomi, budaya harus ditangkap untuk menjadi usulan kebijakan luar negeri bagi Kemenlu,” tutur Bambang.

    Menurutnya, politik luar negeri seharusnya berpihak pada kepentingan rakyat. Kebijakan luar negeri harus lebih tepat sasaran. “Ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk merumuskan kebijakan luar negeri,” papar Bambang lagi, yang melihat benua Afrika sebagai “the future continental” bagi Indonesia. “Dalam hal kebutuhan pasar, benua Afrika bisa sangat menguntungkan bagi Indonesia. Kita punya kedekatan sejarah yang panjang di Afrika, tapi kita belum melakukan apa-apa.” (affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com