• DINKES Tangerang Sosialisasikan Perizinan Apotek Rakyat      

    0

    Tangerang, jurnalsumatra.com – Aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan sosialisasi terhadap standar perizinan apotek rakyat karena belakangan banyak tanpa izin.
    “Kami melibatkan apoteker dalam sosialisasi itu dengan memberikan pembinaan dan pengawasan,” kata Kepala Seksi Farmasi, Ferbekkes dan Makanan Dinkes Pemkab Tangerang Muji Harja di Tangerang, Jumat.
    Muji mengatakan upaya tersebut agar pemilik apotek rakyat menyadari pentingnya fungsi pengawasan agar konsumen tidak dirugikan ketika membeli obat.
    Pernyataan tersebut terkait aparat Dinkes Pemkab Tangerang telah mendata sebanyak 110 apotek rakyat belum terdaftar dan ini artinya pengelola belum mengantongi izin dari instansi terkait.
    Namun dari 110 apotek rakyat itu hanya sebanyak 15 apotek yang terdaftar dan pengelola melakukan kegiatan kefarmasian secara benar sesuai aturan yang berlaku.
    Apotek rakyat tersebut tersebar pada 29 kecamatan yang berada di pemukiman penduduk, keberadaannya memang dibutuhkan karena menjual aneka obat dengan harga murah.
    Sedangkan apotek rakyat itu tidak memiliki izin dan tanpa ada apoteker yang setiap hari mengawasi penjualan obat.
    Hal itu dianggap menyalahi aturan dan konsumen dapat dirugikan bila terjadi suatu kesalahan penguaan obat karena dilakukan bukan oleh apoteker.
    Pengelola apotek rakyat dilarang meracik obat, tindakan tersebut hanya diperkenankan oleh apotek yang telah mengantongi izin.
    Meski begitu, pihak Dinkes setempat memiliki kewenangan dalam pengawasan sarana maupun fasilitas yang ada pada apotek.
    “Menyangkut keberadaan obat-obatan merupakan kewenangan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” katanya.
    Dia menambahkan sosialisasi tersebut sesuai kewenangan menyangkut perizinan serta penyediaan saran apotek itu.  (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com